Menu

Mode Gelap

Kempalanda · 17 Mei 2022 07:50 WIB ·

Kunci Ketenangan


					Foto Perbesar

Foto" dompetalquran.or.id

KEMPALAN: Setiap dari kita pasti pernah merasakahan saat-saat dimana masalah yang kita hadapi tak kunjung menemukan jalan keluar. Berbagai cara sudah diupayakan namun belum juga didapati solusinya. Saat masalah itu muncul, hati kita dilanda kegelisahan, kecemasan, stress hingga depresi. Stress dan depresai mampu memicu berbagai macam penyakit, mulai dari penyakit fisik hingga penyakit pikiran.

Terkadang masalah yang kita hadapi tak kunjung selesai bukan karena tidak adanya solusinya, melainkan karena kita tidak cukup tenang untuk dapat berpikir jernih. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Al-Insyirah (94:6): “Sesungguhnya Bersama kesukaran ada kemudahan.” Kita seakan kehilangan rasa optimis, lalai atau lupa kepada janji Allah SWT, kalau kita bersandar, tawakkal dan pasrah dengan ketentuan-Nya, bahwa sesudah kesukaran akan ada kemudahan.

Hampir semua manusia yang hidup mendambakan dan membutuhkan hidup tenang, tentram damai dan aman. Tanpa kita sadari kalau sebenarnya hal itu tergantung dari bagaimana kita dalam menjalaninya. Sebenarnya, penyebab paling utama kenapa hidup belum juga terasa tenang karena kita sendiri yang mungkin bersikap dan melakukan sesuatu dengan cara yang salah.

Ketenangan hidup yang merupakan harapan dan impian indah setiap orang, siapapun dia, apapun profesinya, bagaimanapun status sosialnya, adalah cita-cita yang harus diwujudkan meskipun semua itu tidak mudah, butuh proses dan usaha ekstra keras baik lahir maupun batin.

BACA JUGA: Sang Pemimpin

Hati dan pikiran yang tenang dapat mengurangi resiko rasa stress akan masalah yang dihadapi. Seperti diketahui, stress adalah sumber segala macam penyakit. Stress menyebabkan jantung berdegup kencang dan membuat tidak tenang dalam menjalankan aktivitas.

Pikiran yang tidak tenang bisa terjadi karena adanya permasalahan yang belum diselesaikan, ada tugas atau pekerjaanyang belum diselesaikan, kondisi lingkungan yang tidak nyaman, adanya penyakit tertentu dan lain sebagainya. Hati yang tidak tenang atau selalu gelisah sejatinya bukanlah suatu hal yang buruk. Allah SWT memberikan alarm peringatan itu pasti ada alasannya. Kita harus senantiasa berbaik sangka kepada Allah SWT. Mungkin Allah SWT sangat rindu dan ingin hamba-Nya bisa segera sadar dan kembali kepada-Nya.

Lalu bagaimana agar hati kita senantiasa dalam suasana tenang ? Dalam Islam ada dua kunci ketenangan hidup yang dianjurkan. Pertama, mengingat Allah SWT. Selalu mengingat Allah merupakan cara paling dasar bagi umat Islam agar hati merasa tenteram dan damai, seperti QS. Ar-Ra’d : 28, “ (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah Ta’ala, ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” Ayat ini menjelaskan bahwa dengan mengingat Allah akan membuat hati kita tenang. Ketenangan hati akan timbul jika manusia dapat mengingat kebesaran Allah, kekuasaan dan nikmat yang telah Allah SWT berikan

Kedua, bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Allah SWT. Ini merupakan cara mudah untuk mendapatkan ketenangan, ketentraman hati dan pikiran. Hati tak tersiksa, tidak kepo saat orang lain mendapatkan nikmat dari Allah, bahkan dengan tulus ikhlas ikut bersyukur dan mendoakan kebaikan untuknya. Allah memerintahkan kepada setiap Muslim untuk bersyukur kepada-Nya sebagaimana firman Allah, “Maka ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku.” QS. Al-Baqarah: 152.

BACA JUGA: Andai Bulan Bisa Ngomong

Al Imam al ‘Allamah Ibnul Qayyim RA berkata, “Sesungguhnya hati tidak akan merasakan ketenangan, ketentraman, dan kedamaian melainkan jika pemiliknya berhubungan dengan Allah SWT dengan melakukan ketaatan kepada-Nya, sehingga, barangsiapa yang tujuan utama dalam hidupnya, kecintaannya, rasa takutnya dan ketergantungannya hanya kepada Allah SWT, maka ia telah mendapatkan kenikmatan, kelezatan, kemuliaan dan kebahagiaan dari-Nya untuk selama-lamanya.

Dengan demikian jika seseorang meninggalkan ketaatan kepada Allah SWT, atau bahkan bermaksiat, maka hatinya akan sempit, gersang, selalu gelisah dan gundah. Hati yang sempit adalah hati yang sulit untuk merasa senang dan tentram, karena selalu dilanda kegelisahan atas perintah Allah SWT yang ditinggalkannya. Maka pilihlah hidupmu. Jika menjalani hidup dengan pilihan orang lain, maka hidupmu tidak akan lagi menjadi milikmu. (*)

Editor: DAD

Artikel ini telah dibaca 46 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Keliling Dunia di Madiun

29 Juni 2022 - 10:05 WIB

Takabur

27 Juni 2022 - 09:19 WIB

Hadiri Sedekah Laut di Kalianak Morokrembangan, Wakil Sekretaris PDIP Surabaya: Dukung Pelestarian Budaya

26 Juni 2022 - 10:18 WIB

In Memoriam Rima Melati: Artis dengan Pergaulan dari Presiden hingga Pelayan Resto

24 Juni 2022 - 10:48 WIB

Refleksi dan Doa Haul Bung Karno, PAC PDI Perjuangan Asemrowo Berkomitmen Warisi Api Perjuangan

21 Juni 2022 - 20:27 WIB

Band The ‘Playsets’ dalam Narasi Jenderal ‘Three In One’

21 Juni 2022 - 10:11 WIB

Trending di Kempalanda