Cabe melambangkan para alim ulama, pemimpin agama, imam, ustad yang secara tegas mengawal nilai-nilai syariah dalam kehidupan masyarakat Minang. Dan bumbu masak melambangkan seluruh masyarakat Minangkabau.
Eksotisme rendang yang memukau para foodies tersaji lewat teknik memasaknya yang rumit dan aromanya yang berlimpah rempah. Memasak rendang memang tidak bisa sembarangan. Butuh kesabaran dan kegigihan dalam mengaduk, serta kebijaksanaan dalam mengatur suhu api.
Selain itu, kebijaksanaan juga diperlukan dalam memilih bahan-bahan seperti daging, cabai, dan rempah-rempah lain untuk mencapai cita rasa yang diinginkan. Di Sumatra Barat sendiri saat ini setidaknya ada lebih dari 250 resep rendang yang berbeda. Tiap desa memiliki resep rendangnya masing-masing.
Malaysia dan beberapa negara tetangga juga memiliki menu tradisional serupa rendang. Namun umumnya sajiannya lebih berkuah. Rendang Indonesia begitu khas dengan kuahnya yang cenderung kental bahkan kering, berwarna lebih pekat. Dan karena itulah rendang menjadi sajian yang tahan lama. Rasanya juga lebih gurih dengan aroma rempah yang “menggigit”.
Siapapun yang menyantapnya akan langsung berteriak,”Tambuah ciek…!”. (*)


Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi