Minggu, 31 Mei 2026, pukul : 08:28 WIB
Surabaya
--°C

Filosofi Rendang

Rendang

Rendang memang dibuat dengan memasak daging sapi bersama bumbu dan santan dengan waktu yang berjam-jam dan api kecil. Bisa enam sampai delapan jam. Inilah yang membuat daging rendang menjadi empuk, dan bumbu akan terasa meresap. Resep otentik rendang bahkan menyebutkan jika rendang dimasak harus dengan menggunakan kayu bakar sehingga menghasilkan aroma yang khas.

Reno Andam Suri dalam bukunya “Rendang Traveler: Menyingkap Bertuahnya Rendang Minang” menyebutkan jika rendang menduduki kasta yang paling tinggi di antara hidangan lain. Dan sering disebut sebagai kepalo samba atau induknya makanan dalam tradisi Minangkabau.

Rendang juga melambangkan budaya dan nilai filosofi yang diwariskan turun temurun dalam keseharian masyarakat Minangkabau. Budaya itu adalah musyawarah mufakat, dan keharusan untuk menghormati orang-orang yang lebih tua sebagai bagian dari adab dan norma.

BACA JUGA  Iduladha 1447 H: Unesa Putar Balik Tradisi Kurban, Prioritas Mutlak Wong Cilik dan Mahasiswa Rantau

Elemen-elemen musyawarah disimbolkan dalam empat bahan utama rendang. Yaitu daging sapi, cabe, santan, dan bumbu masak. Daging melambangkan ninik mamak atau para pemimpin suku adat. Karambia atau santan kelapa melambangkan para cerdik pandai, guru, dan budayawan Minangkabau.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.