
Rendang memang dibuat dengan memasak daging sapi bersama bumbu dan santan dengan waktu yang berjam-jam dan api kecil. Bisa enam sampai delapan jam. Inilah yang membuat daging rendang menjadi empuk, dan bumbu akan terasa meresap. Resep otentik rendang bahkan menyebutkan jika rendang dimasak harus dengan menggunakan kayu bakar sehingga menghasilkan aroma yang khas.
Reno Andam Suri dalam bukunya “Rendang Traveler: Menyingkap Bertuahnya Rendang Minang” menyebutkan jika rendang menduduki kasta yang paling tinggi di antara hidangan lain. Dan sering disebut sebagai kepalo samba atau induknya makanan dalam tradisi Minangkabau.
Rendang juga melambangkan budaya dan nilai filosofi yang diwariskan turun temurun dalam keseharian masyarakat Minangkabau. Budaya itu adalah musyawarah mufakat, dan keharusan untuk menghormati orang-orang yang lebih tua sebagai bagian dari adab dan norma.
Elemen-elemen musyawarah disimbolkan dalam empat bahan utama rendang. Yaitu daging sapi, cabe, santan, dan bumbu masak. Daging melambangkan ninik mamak atau para pemimpin suku adat. Karambia atau santan kelapa melambangkan para cerdik pandai, guru, dan budayawan Minangkabau.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi