KEMPALAN: Gold bertahan di level tertinggi sepanjang masa yang dicapai semalam di level $4059 /troy once.
Meski sempat terkoreksi pagi ini, menyusul berita kesepakatan gencatan senjata Israel-Hamas yang sedikit meredakan kekhwatiran konflik geopolitik Timur Tengah.
Faktanya ketidakpastian ekonomi akibat shutdown pemerintahan US masih membayangi para investor.
Lebih lanjut, dalam risalah pertemuan the Fed September yang dirilis dini hari menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat the Fed bersikap dovish dengan mengisyaratkan dukungan pemangkasan suku bunga the Fed bertahap hingga akhir tahun ini.
Hal ini pula yang tampaknya masih akan memberi dukungan penuh pada gold sebagai aset yang tidak berimbal hasil.
Sementara itu, fokus pasar kini beralih pada pidato ketua the Fed Jerome Powell selama sesi 1 US hari ini waktu setempat (19.30 WIB). Terutama di tengah kekhawatiran eskalasi shutdown pemerintahan US.
Sebagaimana diketahui, penutupan pemerintah AS telah memasuki hari ke-8 pada Rabu. Meningkatnya tingkat ketidakpastian dapat meningkatkan pula pengalihan ke safe-haven (gold).
Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa pemerintahannya berencana untuk memberhentikan pekerja federal jika penutupan berlanjut setelah hari Senin, dimana dia akan memberikan perincian pemotongan pekerjaan dalam empat atau lima hari ke depan.
Penutupan ini bahkan telah mengakibatkan penundaan rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) AS, memaksa para investor untuk bergantung pada data sekunder guna mengukur waktu dan besarnya penurunan suku bunga The Fed.
Para investor kini memprakirakan pemotongan sebesar 25 basis poin (bp) pada pertemuan The Fed bulan Oktober, dengan tambahan pengurangan 25 bp yang diantisipasi pada bulan Desember.
Suku bunga yang lebih rendah tentunya dapat mendukung gold lebih lanjut sebagai asset yang tidak berimbas hasil. ()
M.Rohanudin, penulis, tinggal di Jakarta

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi