Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 21:31 WIB
Surabaya
--°C

Kapok Lombok

OLEH: Adib Muzammil

KEMPALAN: Pernah mendengar ungkapan Kapok Lombok, atau bahkan anda pernah mengalami peristiwa yang menyebabkan harus merasakan ungkapan itu terjadi pada diri Anda? Kalau ungkapan itu sampai terucap, itu sebagai pertanda kita sedang mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan yang menyebabkan kita menyesalinya, walaupun penyesalan itu masih pantas untuk dipertanyakan, karena biasanya cuma basa basi atau hanya bersifat sementara.

Penyesalan yang tidak sempurna. Karena penyesalannya tidak membuatnya benar-benar berhenti dan tidak mengulangi lagi kesalahannya. Ini berbeda dengan arti Kapok yang berarti jera; sudah tidak akan berbuat lagi. Menurut Tesaurus Bahasa Indonesia, sinonim kata kapok adalah taubat, insyaf, jera, sadar, ampun. Sinonim adalah kata yang memiliki persamaan makna dengan kata lain.

Seperti halnya penggemar pedasnya cabe ketika merasa kepedasan bilang kapok makan cabe, tapi besok hari ketika ketemu cabe dan gorengan, nyamperin lagi, kemudian kepedesan lagi, taubat lagi dan begitu seterusnya. Jadi kapok lombok maksudnya, berjanji untuk bertaubat, tetapi besok di lain kesempatan ternyata masih mengulangi kesalahan yang sama.

BACA JUGA: Zuhud

Berbeda dengan pertaubatan yang berarti aktivitas meninjau atau menelaah tindakan-tindakan yang pernah diperbuat atau menyesali kesalahan-kesalahan pada masa lampau, yang disertai dengan komitmen untuk berubah menjadi lebih baik. Penyesalan karena kapok Lombok hanya bersifat sesat dan sesaat karena tak adanya komitmen untuk tak mengulangi lagi.

Bertaubat merupakan perintah dari Allah SWT yang ditujukan secara terus menerus, terutama bagi mereka yang menyadari dosa-dosanya dan ingin mendapatkan ampunan-Nya. Taubat adalah sarana untuk memohon ampun kepada Allah SWT agar dosa-dosanya diampuni. Pengampunan adalah tujuan utama dari bertaubat. Orang yang bertaubat akan mendapatkan banyak pahala berupa kesucian hati, peghapus dosa dan memperbanyak amal shalih.

Filosofi kapok Lombok tidak bisa dipakai, diterapkan atau disamakan dengan ikhtiar seorang hamba untuk taubat. Menurut istilah, taubat adalah kembalinya seorang hamba kepada Allah SWT dari segala perbuatan dosa yang pernah dilakukan, baik secara sengaja atau tidak sengaja, dahulu, sekarang dan yang akan datang, disertai dengan komitmen untuk berubah menjalani hidup yang lebih baik.

BACA JUGA: Bacalah…

Melaksanakan laku taubat tidak bisa dilaksanakan sambil lalu atau disaat sempat dan ada waktu luang. Bertaubat harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dengan pengharapan mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi bagi orang yang bertaubat. Pertama, meninggalkan dosa itu seketika. Kedua menyesalinya dan syarat ketiga berjanji kepada Allah SWT untuk tidak mengulanginya.

Taubat bukan kapok lombok atau taubat lombok yang berjanji untuk taubat, tetapi dilain kesempatan ternyata masih mengulangi lagi kesalahan yang sama. Di dalam taubat terdapat penyesalan perubahan dan peralihan. Hakikat taubat adalah perasaan hati menyesali perbuatan maksiat yang sudah terjadi, lalu mengarahkan hati kepada Allah SWT pada sisa usianya serta menahan diri dari dosa, melakukan amal shalih dan meninggalkan semua larangan.

Orang-orang yang bertaubat dengan sungguh-sungguh, bukan kapok atau taubat lombok, adalah orang-orang yang telah Allah SWT berikan petunjuk dan hidayah kedalam hatinya. Hidayah atau bimbingan atau petunjuk yang diberikan oleh Allah SWT untuk seseorang, berupa terbukanya hati dan lapangnya dada untuk meyakini kebenaran agama Islam. Mendapatkan petunjuk atau hidayah dari Allah SWT adalah jalan kemuliaan yang didapatkan seseorang untuk selamat dunia akhirat. Allah SWT memberikan petunjuk kepada siapa saja yang mengharapkannya dan memang berusaha untuk mendapatkannya.

Ampunan yang Allah berikan kepada hamba-Nya, adalah merupakan hadiah terindah dan istimewa. Karena mendapatkannya akan bisa menyelamatkannya dari dunia hingga kehidupan akhirat kelak. Bagi yang merasa dosanya sudah melambung kemana-mana, terjerumus dalam maksiat, baik dalam dosa kekafiran dan dosa lainnya, Allah SWT akan mengampuni setiap dosa bagi siapa yang bertaubat dan kembali pada-Nya.

BACA JUGA: Mokel

Allah SWT berfirman dalam QS. Az-Zumar 53-54 yang artinya, “Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong”.

Hidup ditentukan oleh keputusamu, jika menginginkan nasib berbeda buatlah keputusan yang berbeda. Saat ini malam-malam akhir bulan Ramadhan, dimana keistimewaan yang luar biasa Allah SWT berikan kepada semua hamba-Nya.

Ketika pintu-pintu surga terbuka, pintu-pintu neraka ditutup, setan dibelenggu, dan pahala dilipat gandakan, lalu Nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.