Menu

Mode Gelap

kempalanews · 27 Apr 2022 06:31 WIB ·

Di Balik Pertemuan Jokowi-Anies, Pakar Sebut Cek Ombak


					Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Senin, 25 April 2022, bertemu dalam kunjungan di lokasi trek balapan Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) atau Formula E. Keduanya mengecek kesiapan sirkuit untuk seri balap mobil listrik Juni mendatang. Perbesar

Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Senin, 25 April 2022, bertemu dalam kunjungan di lokasi trek balapan Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) atau Formula E. Keduanya mengecek kesiapan sirkuit untuk seri balap mobil listrik Juni mendatang.

JAKARTA—KEMPALAN: Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Senin, 25 April 2022, bertemu dalam kunjungan di lokasi trek balapan Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) atau Formula E. Keduanya mengecek kesiapan sirkuit untuk seri balap mobil listrik Juni mendatang.

Pakar komunikasi dari FISIP Universitas Jember (Unej), Dr. Muhammad Iqbal menilai pertemuan tersebut adalah bagian dari sekuel strategi menata ulang langgam politik, juga cek ombak opini publik. Tidak monolitik atau tunggal.

“Menurut saya dalam bulan April 2022 ini Jokowi tengah berstrategi untuk menata ulang langgam politik sekaligus untuk cek ombak opini publik,” kata Iqbal dari Jakarta, Selasa, 26 April 2022

Lebih lanjut Iqbal membeberkan, sebelumnya pada 13 April Jokowi menemui Ganjar Pranowo di Pasar Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah.

Lalu 20 April, mengajak serta Prabowo Subianto kunjungan kerja sekaligus beli “blangkon merah” di Madura. Kemarin, 25 April Jokowi menemui Anies untuk meninjau kesiapan purna trek Formula-E di Ancol.

Menurut Iqbal, sekuel pertemuan itu tidak serta merta dimaknai sebagai daya dukung elektoral dari Jokowi kepada tiga capres terkuat untuk Pilpres 2024.

“Itu baru sekadar cek ombak untuk memantau agregasi dinamika opini publik pasca tiga pertemuan itu seperti apa,” imbuhnya.

Bagi Iqbal, justru makna yang cenderung menonjol adalah ada strategi Jokowi untuk restyling of politics (dalam bahasa John Corner dan Dick Pels), menata ulang fakta polarisasi keriuhan dan hiruk-pikuk opini publik terutama di media sosial.

“Saya menangkap ada artikulasi pesan politik dari Jokowi (mungkin atas saran dari penasihat politiknya) untuk menjalankan strategi tiga pertemuan dengan tiga capres terkuat itu,” kata Iqbal.

Tujuannya berharap, demikian lanjut Iqbal, agar citra Jokowi di ujung periode jabatan beroleh legasi sebagai presiden yang bisa menyudahi polarisasi pembelahan keakraban antarwarga, antara “cebong dan kadrun” selama kuasa rezim Jokowi.

“Maka tak heran jika viral tagar dan meme pertemuan Jokowi dan Anies itu disertai social influencer text: Jangan ada buzzer di antara kita,” demikian Iqbal. (kba)

Editor: Freddy Mutiara

 

Artikel ini telah dibaca 54 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Pemprov Jatim Raih Penghargaan Provinsi Berkinerja Terbaik Penerapan SPM dari Kemendagri

18 Mei 2022 - 22:40 WIB

Halal Bihalal Warga Kampung, Ketua DPRD Surabaya Angkat Keguyuban dan Gotong Royong

18 Mei 2022 - 22:04 WIB

Anies Jalin Kesepakatan Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan dengan Berlin

18 Mei 2022 - 19:06 WIB

PPDB SMPN Surabaya Dimulai, Simak Tahapan dan Cara Pendaftarannya!

18 Mei 2022 - 18:53 WIB

Macron Desak Israel untuk Investigasi terkait Pembunuhan Shireen Abu Akleh

18 Mei 2022 - 12:28 WIB

Shireen Abu Akleh-Tempo

Peci Terdakwa Disoal Jaksa Agung, sebagai Trik Kuno

18 Mei 2022 - 12:05 WIB

Trending di kempalanalisis