JAKARTA—KEMPALAN: Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Senin, 25 April 2022, bertemu dalam kunjungan di lokasi trek balapan Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) atau Formula E. Keduanya mengecek kesiapan sirkuit untuk seri balap mobil listrik Juni mendatang.
Pakar komunikasi dari FISIP Universitas Jember (Unej), Dr. Muhammad Iqbal menilai pertemuan tersebut adalah bagian dari sekuel strategi menata ulang langgam politik, juga cek ombak opini publik. Tidak monolitik atau tunggal.
“Menurut saya dalam bulan April 2022 ini Jokowi tengah berstrategi untuk menata ulang langgam politik sekaligus untuk cek ombak opini publik,” kata Iqbal dari Jakarta, Selasa, 26 April 2022
Lebih lanjut Iqbal membeberkan, sebelumnya pada 13 April Jokowi menemui Ganjar Pranowo di Pasar Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah.
Lalu 20 April, mengajak serta Prabowo Subianto kunjungan kerja sekaligus beli “blangkon merah” di Madura. Kemarin, 25 April Jokowi menemui Anies untuk meninjau kesiapan purna trek Formula-E di Ancol.
Menurut Iqbal, sekuel pertemuan itu tidak serta merta dimaknai sebagai daya dukung elektoral dari Jokowi kepada tiga capres terkuat untuk Pilpres 2024.
“Itu baru sekadar cek ombak untuk memantau agregasi dinamika opini publik pasca tiga pertemuan itu seperti apa,” imbuhnya.
Bagi Iqbal, justru makna yang cenderung menonjol adalah ada strategi Jokowi untuk restyling of politics (dalam bahasa John Corner dan Dick Pels), menata ulang fakta polarisasi keriuhan dan hiruk-pikuk opini publik terutama di media sosial.
“Saya menangkap ada artikulasi pesan politik dari Jokowi (mungkin atas saran dari penasihat politiknya) untuk menjalankan strategi tiga pertemuan dengan tiga capres terkuat itu,” kata Iqbal.
Tujuannya berharap, demikian lanjut Iqbal, agar citra Jokowi di ujung periode jabatan beroleh legasi sebagai presiden yang bisa menyudahi polarisasi pembelahan keakraban antarwarga, antara “cebong dan kadrun” selama kuasa rezim Jokowi.
“Maka tak heran jika viral tagar dan meme pertemuan Jokowi dan Anies itu disertai social influencer text: Jangan ada buzzer di antara kita,” demikian Iqbal. (kba)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi