Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 06:23 WIB
Surabaya
--°C

Harvey

KEMPALAN: ANDA yang cukup senior pasti mengenal Harvey Malaiholo yang pada dekade 1980 dan 1990-an menjadi salah satu ikon musik pop Indonesia paling menonjol. Karirnya cemerlang dan kehidupan pribadinya relatif bersih dari gosip.

Di jagat budaya pop Indonesia lahir penyanyi-penyanyi dengan status superstar, dan umumnya mereka berasal dari Ambon. Tentu ini bukan sebuah kebetulan. Ambon memang dikenal sebagai gudang penyanyi berbakat.

Setidaknya ada tiga legenda musik pop yang lahir dari Ambon dari tiga generasi yang berbeda. Ada Bob Tutupoli, Broery Marantika, dan kemudian Harvey Malaiholo. Belakangan bermunculan penyanyi-penyanyi generasi baru seperti Andre Hehanusa, dan kemudian muncul penyanyi generasi milenial seangkatan Glenn Fredly dan kawan-kawan.

Harvey Malaiholo menjadi superstar pada zamannya. Tidak terhitung berapa banyak hits yang dilahirkan dari cara bernyanyinya yang sangat khas. Bukan hanya sukses bernyanyi solo, Harvey sukses berduet dengan penyanyi Rafika Duri dan menghasilkan sejumlah hits.

Duet campuran ini menjadi salah duet paling legendaris dari sejarah musik pop Indonesia. Broery Marantika juga berduet dengan Dewi Yull dan menghasilkan album yang menjadi hits. Tetapi, duet Broery-Dewi Yull muncul belakangan pada dekade 2000-an setelah Harvey-Rafika Duri lebih dulu terkenal pada 1980-an.

BACA JUGA: Jebakan Utang

Pensiun dari dunia musik nama Harvey tidak banyak terdengar lagi. Rupanya Harvey memilih jalur politik sebagai profesi paska-pensiun. Sama dengan Andre Hehanusa yang juga terjun ke jalur politik. Andre gagal menjadi anggota DPR sementara Harvey sukses menembus Senayan sebagai wakil PDIP.

Sebagai penyanyi terkenal tentu tidak sulit bagi Harvey untuk mendulang suara. Ia ditempatkan di daerah pemilihan Papua Barat dan berhasil mengumpulkan suara terbanyak kedua. Ia baru berhasil masuk Senayan Januari tahun ini melalui proses pergantian antar-waktu (PAW).

Selama beberapa bulan menjadi wakil rakyat tidak banyak yang didengar publik dari Harvey. Hal ini bisa dimaklumi, karena para selebritas yang masuk ke Senayan umumnya memang berstatus sebagai ‘’vote getter’’ pengumpul suara bagi partainya, sehingga kontribusi wacana politik yang mereka hasilkan biasanya minimal.

Itu pula yang dilihat publik terhadap selebritas politik lain seperti Kris Dayanti, Mulan Jameela, atau selebritas lainnya. Publik tidak mendengar apa pun dari Kris Dayanti—yang mewakili PDIP– kecuali ketika dia bercerita mengenai pendapatannya yang ratusan juta tiap bulan dari DPR.

BACA JUGA: The Front Runner

Publik juga tidak mendengar apa pun dari Mulan Jameela kecuali ketika dikritik karena menghindari karantina setelah berlibur ke luar negeri. Mulan Jameela menjadi anggota DPR dari Partai Gerindra mewakili daerah pemilihan Jawa Barat. Meskipun tidak berhasil mengumpulkan suara terbanyak tapi Mulan dipilih oleh Gerindra untuk menjadi legislator di Senayan.

Harvey Malaiholo juga tidak terdengar kiprahnya. Baru kemudian ketika beberapa hari yang lalu muncul berita bahwa seorang anggota DPR–mantan penyanyi berisial HM–ketahuan menonton film porno ketika sidang, publik mulai mengingat lagi nama Harvey Malaiholo.

Kemudian terkonfirmasi bahwa HM adalah Harvey Malaiholo. Ketua Fraksi PDIP Utut Adianto langsung membela Harvey dengan mengatakan bahwa apa yang dilakukan Harvey adalah sesuatu yang manusiawi. Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul, kolega Harvey di DPR membela dengan mengatakan Harvey dijebak.

BACA JUGA: Voltaire

Harvey kabarnya menangis ketika dipanggil oleh fraksinya. Ia malu karena merasa mencoreng nama baik partai dan keluarga. Ia berdalih hanya beberapa saat membuka kiriman konten porno itu, tapi kemudian tertangkap oleh kamera dari ‘’fraksi balkon’’.

Apapun, Harvey harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia harus menghadapi pengadilan Dewan Kehormatan DPR. Utut boleh saja membela anak buahnya dengan menyebut kesalahan itu sebagai kesalahan manusiawi. Tapi, publik tentu punya penilaian tersendiri terhadap insiden itu.

Bambang Pacul boleh saja mengeklaim bahwa Harvey dijebak. Hal itu gampang ditelusuri dengan mengungkap siapa yang mengirim materi porno itu kepada Harvey. Fakta bahwa Harvey berusaha memperbesar gambar yang dilihatnya–dan berapa lama dia mengakses gambar-gambar itu–akan menjadi fakta dalam pengadilan Dewan Kehormatan.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.