Jumat, 22 Mei 2026, pukul : 22:48 WIB
Surabaya
--°C

Alumni IPDN dan Raden Bagus (1)

Pemimpin yang cerdas bisa memahami pesan di luar teks. Makna yang mengitari di luar peraturan.

Salah satu contoh mutasi pejabat fungsional, seperti Kasek SD di Sumenep akhir Maret lalu. Meski tak ada usulan dari bawah. Dinas atau kepegawaian beralibi peratuan membolehkan, dengan dalih bla-bla.

Padahal di atas aturan formal yang membolehkan kasek dimutasi, ada sekolah yang terancam tutup jika si Kasek tetap dipindah ke sekolah lain.

Itu bukan ancaman. Tapi sikap resmi dalam bentuk surat yang ditujukan kepada Bupati Sumenep Achmad Fauzi atas nama Ketua Komite SDN Karamian 3 Masalembu.

Begini surat penolakan Arifin, Ketua Komite SDN Karamian 3 yang diterima redaksi:

Apabila Pak Supriyo tetap dimutasi atau keluar dari SDN Karamian 3. Atas nama Ketua Komite SDN Karamian 3 tak bisa menghalangi jika para wali murid memindahkan putra putrinya pindah belajar ke Madrasah Ibdtidaiyah yang bersebelahan dengan SDN Karamian 3.

Perlu diketahui oleh Bapak Bupati Achmad Fauzi. Peran Pak Supriyo dalam merekrut anak-anak kampung agar bersedia sekolah ke SDN Karamian 3 sangat besar. Padahal di sebelah SDN Karamian 3 berdiri Madrasah Ibdtidaiyah yang dikelola oleh saudara istri.

Kenapa para orang tua memilih menyekolahkan anak-anaknya ke SDN Karamian 3 daripada ke Madrasah Ibdtidaiyah?

Itulah peran Pak Supriyo yang terasa bagi kami selaku Ketua Komite SDN Karamian 3 Masalembu. Pak Supriyo bersedia berkorban demi kemajuan dunia pendidikan di SDN Karamian 3.

Jauh sebelum masa penerimaan siswa baru, kami bersama anggota komite sekolah lainnya disupport oleh Pak Supriyo agar merayu para orang tua yang memiliki anak, supaya bisa menyekolahkan putra putrinya ke SDN Karamian 3.

Bapak Bupati Achmad Fauzi bisa merasakan bagaimana susahnya mencari anak-anak di kampung agar bersedia sekolah ke SD apabila berdekatan dengan Madrasah Ibdtidaiyah. Jika Kepala Sekolah tak mau berkorban, nasib sekolah hanya tinggal bangunan.

Alhamdulillah, melalui ikhtiar tanpa henti dan dukungan dari Pak Supriyo, banyak orang tua yang mempercayakan anaknya bersekolah di SDN Karamian 3.

Saat ini, jumlah siswa SDN Karamian 3 berjumlah 60 siswa. Jumlah ini terbanyak di SDN Pulau Karamian.

Surat penolakan Ketua Komite Sekolah secara resmi di atas sebatas contoh. Itulah urgenitasnya dari nilai di atas peraturan.

BACA JUGA  Indonesia Emas yang Kehilangan Ayah: Catatan tentang ‘Fatherless Generation’ dan Masa Depan Indonesia

Jika penentu kebijakan berikukuh denga peraturan. Mengabaikan nilai, sebuah kearifan lokal. Pasti ada korban.

Nilai di atas peratuan, saya kira perlu diperkaya oleh para alumni IPDN. SDM-SDM tangguh didikan sekolah kepamongprajaan perlu dibekali pengetahuan di luar teks. Istilah oreng Sumenep, ilmu se tak atoles.

Nah, salah satu kelebihan dan kekurangan SDM berlatar Raden Bagus itu menomorduakan peraturan formal. Mengedepankan nilai, suatu kearifan lokal. Pengetahuan dari ilmu tak atoles, dipraktekkan.

Tapi, itu Raden Bagus tempo dulu. Banyak yang arif billah. Sekarang? masih ada sisa-sisanya.

Selebihnya, banyak yang berkata-kata alias yahannu.

Bersambung….

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.