Alumni IPDN dan Raden Bagus (1)

waktu baca 5 menit
Tampak depan Kantor Pemkab Sumenep JL Dr Cipto. Tulisan Raden Bagus dan Alumni IPDN hanya ilustrasi.
Hambali Rasidi

Catatan: Hambali Rasidi, kontributor kempalan

KEMPALAN-Beberapa hari. Netizen riuh membahas pejabat Pemkab Sumenep hasil assesment yang semuanya dari alumni IPDN.

Riuh netizen itu bukan mempersoalkan lima pejabat yang sudah dilantik Bupati Sumenep Achmad Fauzi. Netizen sadar, itu merupakan hak preogratif Bupati untuk memilih di antara tiga peserta assesment.

Konten bahasan netizen itu, saya anggap menarik. Kenapa? Karena ada bahasa bukan putra daerah. Perubahan siklus. 20 tahun lalu, pejabat Sumenep didominasi bertitel Raden Bagus (RB). (Materi bukan putra daerah dan keberadaan pejabat berlatar Raden Bagus dan Alumni IPDN akan diulas tulisan berikutnya)

Dan macam-macam-lah. Termasuk ada yang memuji setinggi plafon atas sejumlah pejabat alumni IPDN di kepemimpinan Bupati Lora Fauzi.

Seperti penjelasan netizen bernama Anang Endro. Penjelasan Anang panjang.

Saya kutip singkat:

Tak mudah bisa sekolah kepamongprajaan (STPDN/IPDN). Negara sengaja membiayai putra-putra bangsa untuk dicetak sebagai abdi negara di bidang birokrasi. Sama halnya dengan sekolah khusus TNI dan Polri. Seperti, Akademi Militer (Akmil) dan Akademi Polisi (Akpol). Saya yakin, lulusan Akmil, Akpol dan STPDN merupakan orang-orang yang berkualitas. Yang heran, jika alumni STPDN/IPDN tak punya jabatan di birokrasi.

Juga ada netizen yang mengkritisinya nyaris telanjang. Cletukan netizen: ada pejabat kontroversi karena pernah “diusir” oleh kades. Juga pernah dilaporkan ke Kejaksaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *