Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 02:48 WIB
Surabaya
--°C

Terkena Serangan Racun Kimia, Abramovich Dikabarkan ‘Baik-Baik Saja’

KIEV-KEMPALAN: Roman Abramovich, yang sempat menderita beberapa gejala karena keracunan ‘senjata kimia’, dikabarkan dalam kondisi ‘baik-baik saja’ dan siap melanjutkan pembicaraan damai soal invasi Rusia ke Ukraina.

Menurut situs investigasi Bellingcat, Abramovich dan negosiator perdamaian asal Ukraina sempat menderita beberapa gejala keracunan senjata kimia.

Beruntung dosis dan jenis racun yang mereka terima tidak cukup untuk menyebabkan kerusakan yang mengancam jiwa dan “kemungkinan besar dimaksudkan hanya untuk menakut-nakuti mereka”.

Menurut Wall Street Journal, Miliarder asal Rusia itu mengalami beberapa gejala keracunan, seperti mata merah dan kulit mengelupas di wajah dan tangannya.

Saat ini kondisi kesehatan Abramovich, termasuk dua negosiator asal Ukraina, dikabarkan telah membaik dan nyawa mereka dipastikan tidak dalam ancaman.

Pada suatu posting di Twitter, Bellingcat mengatakan bahwa “Bellingcat mengkonfirmasi bahwa tiga anggota delegasi yang menghadiri pembicaraan damai antara Ukraina dan Rusia mengalami beberapa gejala karena keracunan dengan senjata kimia. Salah satu korban adalah pengusaha asal Rusia Roman Abramovich.”

Bellingcat kemudian menambahkan rincian lebih lanjut, dengan mengatakan: “Abramovich, bersama dengan pengusaha Rusia lainnya, telah mengambil bagian dalam negosiasi bersama anggota parlemen Ukraina Rustem Umerov. Negosiasi berlangsung pada sore hari tanggal 3 Maret di wilayah Ukraina, dan berlangsung hingga sekitar pukul 10 malam.”

“Tiga anggota tim perunding mundur ke sebuah apartemen di Kyiv malam itu dan setelah merasakan gejala awal – termasuk radang mata dan kulit serta rasa nyeri menusuk di mata. Gejala itu tidak mereda sampai pagi.”

“Keesokan harinya kelompok perunding melaju dari Kyiv ke Lviv dan kemudian Istanbul, untuk melanjutkan negosiasi informal dengan pihak Rusia. Seorang penyelidik Bellingcat diminta untuk membantu memberikan pemeriksaan oleh spesialis senjata kimia.”

“Berdasarkan pemeriksaan jarak jauh dan di tempat, para ahli menyimpulkan bahwa gejala mereka kemungkinan besar diakibatkan keracunan senjata kimia yang tidak ditentukan (jenisnya).”

“Hipotesis alternatif lainnya adalah kemungkinan penggunaan iradiasi gelombang mikro. Gejalanya berangsur-angsur mereda selama beberapa minggu berikutnya.”

(Sky Sports, Edwin Fatahuddin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.