Minggu, 3 Mei 2026, pukul : 19:15 WIB
Surabaya
--°C

Jokowi dan Alim Markus

Kekecewaan terhadap globalisasi dirasakan di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Pasar yang terbuka lebar tanpa proteksi membuat industri dalam negeri pingsan dan mati. Persaingan tarung bebas ini membuat produk-produk Indonesia kalah bersaing dan akhirnya tutup.

Yang disalahkan kemudian adalah politik dumping, banting harga, yang dilakukan negara lain terhadap Indonesia sehingga produk Indonesia tercekik dan mati. Produk-produk China membanjir dengan harga murah dan kualitas bagus. Menteri Perdagangan M. Lutfi menuduhnya sebagai banting harga dan “predatory pricing”, penerapan harga rendah untuk melalap pasar.

BACA JUGA: Ada Lord Luhut…

Serbuan barang asing itu menjadi salah satu faktor yang merusak produk Indonesia. Tetapi harus ditelaah juga mengapa produk Indonesia tidak bisa bersaing dengan produk asing. Kita semua sudah tahu jawabannya sejak dua puluh atau tiga puluh tahun yang lalu, tapi kita tidak bisa berbuat banyak untuk mengubahnya.

Penyebab utama inefisiensi produk Indonesia adalah karena “high cost economy”, ekonomi biaya tinggi, yang masih tetap mencekik Indonesia dari dulu sampai sekarang. Penyebab utama ekonomi biaya tinggi itu adalah banyaknya biaya-biaya siluman dalam proses produksi di Indonesia. Mulai dari mengurus perizinan sampai ke urusan distribusi barang semuanya diwarnai biaya siluman. Dari meja birokrasi sampai ke jalanan selalu saja ada pungutan liar yang dilakukan oleh para siluman.

BACA JUGA: Ngelus Dada

Inilah yang harus menjadi perhatian Jokowi. Jangan-jangan para menteri itu masih tetap memilih produk asing karena lebih murah dan lebih berkualitas. Produk dalam negeri tidak bisa bersaing, karena ekosistem ekonomi Indonesia yang semerawut membuat daya saing produk dalam negeri merosot.

Alih-alih murka kepada para menteri, Jokowi harusnya memperbaiki dulu ekosistem ekonomi dalam negeri. Setelah itu baru kemudian melakukan kampanye cintailah ‘’ploduk-ploduk’’ Indonesia, seperti yang dilakukan Alim Markus. (*)

Editor: DAD

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.