Minggu, 3 Mei 2026, pukul : 19:14 WIB
Surabaya
--°C

Jokowi dan Alim Markus

Ini bukan kali pertama Jokowi murka soal barang impor. Tahun lalu, pada sebuah kesempatan launching BBI Jokowi mengajak supaya bangsa Indonesia mengampanyekan ‘’benci produk luar negeri’’. Ajakan Jokowi ini mendapat reaksi luas dan Menteri Perdagangan M. Lutfi sampai harus melakukan klarifikasi untuk menjernihkan berbagai reaksi negatif.

Di tengah persaingan global yang sangat sengit muncul kecenderungan untuk menarik diri dan memproteksi diri sendiri dari serangan luar. Gerakan membenci produk asing akhirnya bisa merambat menjadi xenophobia, ketakutan terhadap orang asing, yang cenderung parno.

BACA JUGA: Dukun MotoGP

Produk asing dibenci dan orang asing dibenci. Maka produk asing dipersulit untuk masuk dan imigrasi orang asing dilarang. Para pemimpin populis mengampanyekan untuk mengutamakan kepentingan dalam negeri ketimbang kerja sama internasional melalui globalisasi. Alih-alih membawa manfaat globalisasi dimusuhi karena mengancam kepentingan nasional.

Maka Donald Trump mengampanyekan “America First” untuk mengutamakan kepentingan Amerika. Trump juga memakai kampanye MAGA, Make America Great Again, sebagai jargonnya. Konsekuensinya adalah Trump menarik diri dari percaturan internasional dan fokus pada kepentingannya sendiri.

Trump melarang imigran muslim dan ingin membangun tembok pembatas sepanjang perbatasan dengan Meksiko untuk menghalangi masuknya imigran penyusup. Amerika sebagai negara multikultur dengan berbagai jenis etnis dari seluruh dunia akan dikembalikan menjadi Amerika milik orang kulit putih.

BACA JUGA: Nikah Politik

Para pemimpin populis ala Trump ini menjadi fenomena baru yang bermunculan di berbagai negara seperti Rusia, Inggris, Hungaria, Turki, dan beberapa negara lain. Mereka kecewa terhadap gerak globalisasi yang semakin lama dirasakan semakin merugikan kepentingan nasional, karena itu mereka memutuskan menarik diri dan fokus untuk mengutamakan kepentingan nasionalnya sendiri.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.