Senin, 27 April 2026, pukul : 08:46 WIB
Surabaya
--°C

Jejak Pak Harto dalam Dua Film tentang Peristiwa 1 Maret 1949

“Tiga tahun belakangan ini, TVOne memang setiap dua pekan sekali menayangkan film perjuangan, dengan banner “Jas Merah” (Jangan Sekali-Sekali Melupakan Sejarah),” sambung Reva, Jumat (11/3 malam.

Pakar telematika Roy Suryo juga menyoal penghilangan nama Pak Harto dalam sejarah serangan umum 1 Maret 1949. Mantan Menteri Pemuda & Olahraga itu yang pertama kali mengingatkan di akun twitternya minggu lalu mengenai peran Soeharto yang tidak hanya muncul dalam film yang diproduksi di masa Orde Baru.

BACA JUGA: Perlu Sikap Kritis Tanggapi Anjuran Bebas Antigen & PCR

“Taruhlah dalam film “Janur Kuning” peran Pak Harto dilebih- lebihkan karena dibuat di masanya berkuasa. Tapi menghilangkan sama sekali peran beliau, jelas itu penggelapan sejarah. Karena peran Pak Harto nyata. Nonton Film Enam Djam di Yogya yang dibuat tahun 1951. Waktu itu Pak Harto belum punya posisi penting dalam pemerintahan. Film itu jelas menyebut perannya. Malah, hanya Pak Harto dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang disebut,” papar Roy Suryo Jumat (11/3) malam ketika saya hubungi. Tak lupa dia mengirimkan link film tersebut di YouTube. “Mas lihat di menit ke 30,” sambungnya.

Tersimpan Utuh di Sinematek

Kepala Sinematek Indonesia, Akhlis Suryapati yang dihubungi Jumat, menyatakan copy film “Enam Jam di Jogya” masih tersimpan rapi di lembaganya. Dia pun mengirimi saya rekaman bagian yang menyebut nama Pak Harto dalam dua versi film hitam putih dan versi berwarna.

BACA JUGA: Mengulik Polemik Peran Soeharto dalam Serangan Umum 1 Maret 1949

Dalam film “Enam Djam di Yogya” jelas nama Soeharto dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX masng- masing disebut dua kali. Rinciannya berikut. Pada menit ke 30.20. “Pak Harto sudah mengerti, segala sesuatu yg sudah saudara-saudara ajukan itu”, kata pemeran dalam film kepada kawan-kawannya.

Berikutnya pada menit ke 58.01.” Saya baru saja kembali dari rapat WK-102, untuk menerima perintah dari Letnan Kolonel Soeharto, guna mengadakan serangan umum terhadap Jogja”.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.