Senin, 27 April 2026, pukul : 06:42 WIB
Surabaya
--°C

Jejak Pak Harto dalam Dua Film tentang Peristiwa 1 Maret 1949

Catatan: Ilham Bintang

KEMPALAN: Tidak sulit menemukan jejak rekam Soeharto di dalam peristiwa bersejarah Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta. Nonton saja film “Enam Djam di Yogya”, produksi Perfini tahun 1951,
karya sineas legendaris Indonesia , Usmar Ismail.

Film kedua, “Janur Kuning” produksi tahun 1979, karya sutradra kawakan Alam Rengga Surawidjaya.

Kebetulan “Janur Kuning” akan ditayangkan Minggu (13/3) malam di TVOne. Film itu dibintangi Kaharuddin Syah, Dicky Zulkarnaen, dan Sutopo HS.

Penayangan film berlatar sejarah tersebut menarik perhatian di tengah gencarnya polemik antara politisi Gerindra Fadli Zon dengan Menkumham Mahfud MD mengenai peran Soeharto dalam peristiwa itu. Polemik dipicu Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 2 tahun 2022 yang menetapkan Serangan Umum 1 Maret 1949 sebagai Hari Penegakan Kedaulatan Negara. Namun, dalam Keppres, nama Pak Harto hilang. Yang tercantum hanya empat tokoh: Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Jendral Sudirman, Soekarno, dan Mohammad Hatta. Menurut Mahfud itulah nama tokoh-tokoh yang dianggap memiliki peran penting dalam peristiwa Serangan Umum 1 Maret. Padahal, dalam buku-buku sejarah dan juga setidaknya dalam dua film produksi nasional, Soeharto yang memimpin serangan itu.

BACA JUGA: Jejak Digital Rachmat Gobel dan Filosofi Monozukuri

Polemik Fadli Zon dengan Mahfud MD dimulai di media sosial “Twitter” dan sekarang meluas melibatkan banyak ahli sejarah. Fadli Zon, doktor sejarah jebolan Universitas Indonesia kebetulan pernah pula membuat penelitian tentang Serangan Umum 1 Maret 1949. Dia menganggap Keppres 2/2022 menggelapkan sejarah. Mahfud MD, mengatakan, nama Soeharto tetap tercantum dalam naskah akademik Keppres, bahkan ditulis sebanyak 48 kali.

“Keliru Pak Mahfud. Dalam Serangan Umum 1 Maret 1949, Soekarno dan Hatta masih dalam tawanan di Menumbing. Pemerintahan dipimpin PDRI (Pemerintah Darurat RI) di bawah Sjafroeddin Prawiranegara. Tak ada gagasan dari Soekarno dan Hatta dalam peristiwa itu. Jangan belokkan sejarah!” kata Fadli.

Jas Merah TVOne

Direktur Programming TVOne, Reva Deddy Utama, mengatakan penayangan film sejarah di medianya memang selalu dikaitkan dengan peringatan momentum hari bersejarah. Seperti film “G30S PKI” yang ditayangkan setiap akhir bulan September. Demikian juga film “Janur Kuning” karena berkaitan dengan hari bersejarah yang terjadi di bulan Maret. Kalau ada polemik mengenai itu, pihaknya menganggap itu menjadi newspeg untuk promosikan penayangan filmnya.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.