Puncaknya terjadi pada perhelatan pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017. Ketika itu terjadi kasus dugaan pelecehan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang sedang mencalonan diri sebagai calon gubernur. Terjadi protes publik Islam yang sangat keras terhadap Ahok, sampai kemudian memunculkan demonstrasi 212 yang diikuti jutaan orang.
Ketika itu MUI dipimpin oleh KH. Ma’ruf Amin sebagai ketua umum dan Prof. Din Syamsudin sebagai ketua dewan pertimbangan. Terlihat sekali bahwa kubu Prof. Din lebih berpengaruh dalam kiprah MUI. Hal itu terlihat dari pernyataan resmi MUI yang diteken oleh KH Ma’ruf yang mengecam pelecehan Alquran oleh Ahok.
Gelombang tekanan publik Islam yang kuat mendapatkan legitimasi dari MUI. Ahok akhirnya kalah dalam perhelatan melawan Anies Baswedan yang didukung penuh oleh gerakan Islam. Ahok bahkan akhirnya masuk penjara akibat gelombang tekanan itu.
BACA JUGA: Kotak Amal
MUI di bawah KH Ma’ruf dan Prof Din menjadi semacam ‘’the bastion of islamism’’ atau benteng gerakan islamisme. Persaingan politik di pilgub DKI tercatat sebagai perhelatan politik dengan persaingan yang paling tajam antara kandidat yang didukung oleh kekuatan nasionalis melawan kandidat yang didukung oleh kekuatan Islam politik.
Benih islamisme di pilgub DKI berkembang menjadi semakin besar. Terjadi polarisasi politik yang tajam yang melibatkan persaingan keras di media sosial, yang memunculkan terminologi cebong dan kampret. Cebong adalah kalangan nasionalis pendukung Ahok, dan kampret adalah kalangan islamis yang mendukung Anies Baswedan.
BACA JUGA: Lord Luhut
Kelompok kampret secara serampangan disebut sebagai kelompok politik aliran atau politik identitas karena memainkan isu-isu agama. Sebutan islamisme atau ‘’political Islam’’ juga ditempelkan secara serta merta, dan lebih terasa sebagai stereotyping dan labelling yang mendiskreditkan.
Polarisasi yang tajam itu belum pernah terjadi sebelumnya dalam lanskap politik Indonesia. Kekalahan yang dialami kelompok nasionalis begitu mendalam dan masif sampai membawa bekas yang panjang. Kedua kubu sama-sama tidak bisa ‘’move on’’ dan persaingan menjadi ‘’drag on’’ berlanjut terus.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi