SURABAYA-KEMPALAN: Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadipora) Jatim Pulung Chausar mewakili Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa membuka Kejuaraan Daerah (Kejurda) Renang 2022 di Kolam Renang Dispora Jatim, Sabtu (5/3).
Gubernur Khofifah dalam sambutannya yang dibacakan Pulung Chausar mengatakan bahwa kejurda adalah salah satu single event yang diharapkan nantinya dapat menjadi tonggak munculnya bibit-bibit berkualitas untuk Jawa Timur, khususnya pada cabang olahraga renang.
Sebagaimana kita ketahui bahwa cabang olahraga renang merupakan salah satu cabang olahraga unggulan di Jatim. Dan yang paling baru, pada PON XX/2021 Papua lalu Jatim menjadi juara umum untuk cabang olahraga renang dengan mendulang total 30 medali, yaitu 14 medali emas, 7 perak dan 9 perunggu.
Dalam hal pembinaan, tidak hanya terbatas antara pelatih dan atlet saja, namun berbagai pihak ikut mendukung terlaksananya pembinaan, termasuk stakeholder. Salah satu tolak ukur pembinaan itu adalah melalui pertandingan. Untuk itu diharapkan dengan diselenggarakannya kejurda tahun ini mampu memberi wadah kepada para atlet untuk dapat bersaing dan berprestasi.
“Teruntuk seluruh atlet yang bertanding, pesan saya kalah menang hanya soal angka. Yang terpenting, junjung terus sportivitas dalam setiap pertandingan dan selalu kita kobarkan semangat untuk juara. Sekali lagi selamat bertanding dan menjadi juara,” kata Pulung.
Sementara itu, Ketua Umum PRSI Jatim Reswanda mengatakan, pembinaan olahraga aquatics Jawa Timur harus merubah mindset/paradigma dengan inovasi dan adaptasi-adaptasi baru. “Arah yang dituju sebagai titik fokus prestasi adalah Olimpiade,” katanya.
Menurut Riswanda, sesuai garis kebijakan negara dalam DBON (Desain Besar Olahraga Nasional), maka pembinaan atlet usia muda sangat ditekankan kesinambungannya.
Kejurda Renang Jatim 2022 ini dapat dijadikan ajang untuk mengukur diri para atlet karena kompetisi dijaga kulitasnya seideal mngkin.
Beberapa sarana baru dapat dimanfaatkan oleh para atlet.
Seperti start block baru, beberapa pendukung timing system, dan information system.
Hal ini tidak terlepas dari dukungan yang luar biasa dari Pengprov Jatim dengan kebijakan gubernur dan Kadispora Jatim beserta jajarannya. Termasuk dukungan sangat luar biasa dari KONI Jatim melalui ketua umum dan Bidbinpresnya.
Di sisi lain, kejurda ini juga menerapkan prokes yang ketat. “Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ada, namun sekali lagi kita ingin meminimkan risiko penyebaran Covid-19 guna menjaga kualitas kesehatan para peserta yang terlibat pada acara ini,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi