SYDNEY-KEMPALAN: Debut yang kurang menyenangkan dijalani Patrick Kluivert. Pada laga pertamanya sebagai nahkoda timnas Indonesia, Kluivert menyaksikan skuadnya di Sydney Football Stadium, Sydney, hancur 1-5 atas tuan rumah Australia, dalam Putaran 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona AFC, Kamis petang (20/3).
Hanya Ole Romeny yang berhasil menjebol gawang tuan rumah Australa pada menit ke-78. Sebaliknya, pertahanan Indonesia tidak berkutik dijebol Socceroos (julukan timnas Australia) lima kali.
BACA JUGA: Menghadapi Australia, Kluivert Isyaratkan Pakai Taktik Warisan STY
Masing-masing melalui gol penalti Martin Boyle saat menit ke-18. Nishan Velupillay dan Jackson Irvine menggandakan keunggulannya masing-masing pada menit ke-20 dan 24. Irvine pun mencetak gol kedua pada menit ke-90.
Satu gol lainnya dari skuad asuhan Tony Popovic diciptakan Lewis Miller pada menit ke-61. Bagi timnas Merah Putih, ini kekalahan dengan skor terbesarnya setelah kekalahan 0-5 atas Uni Emirat Arab dalam Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona AFC, 11 Juni 2021.
Dilansir dari laman Reuters, Kluivert memuji penampilan anak asuhnya sekalipun kalah telak atas Australia. ’’Aku pikir kami bertarung seperti singa. Kami tidak menundukkan kepala kami,’’ sebut Kluivert.
’’Tetapi aku sangat kecewa dengan hasil akhirnya. Bukan hanya untuk kami, begitu pula bagi semua orang yang sudah mendukung kami,’’ imbuh mantan pelatih timnas Curacao itu.
BACA JUGA: Baru Tiba di Indonesia, Ini Kata-Kata Kluivert
Mantan bomber timnas Belanda tersebut tidak mau menyalahkan kegagalan pemainnya mengeksekusi penalti pada menit kedelapan. Eksekusi Kevin Diks malah menghantam mistar gawang Australia yang dikawal Matthew Ryan.
Diakui Kluivert, hasil akhirnya bisa saja berbeda andaikan Diks mampu mencetak gol di penalti tersebut. ’’Tetapi kami tidak bisa berandai-andai. Aku harap kami bisa lebih baik lagi dalam laga berikutnya,’’ harapnya.
Apabila melihat dari statistik pertandingan, Jay Idzes dkk sebenarnya bermain dominan dalam penguasaan bola ketimbang Australia. Mereka menguasai 56 persen, berbanding 44 persen.
Namun, buruknya penyelesaian akhir yang menjadi persoalan bagi timnas Merah Putih dalam laga tersebut. Indonesia melakukan tujuh kali tembakan dengan empat tembakan tepat sasaran, serta hanya satu berbuah gol.
Bandingkan dengan Australia yang melakukan enam tembakan tepat sasaran dan dapat menghasilkan lima gol. Persentase keberhasilan peluangnya dapat mencapai 90 persen. ’’Tidak mudah mencetak lima gol dalam kualifikasi Piala Dunia. Ini jadi modal kami agar lebih konfiden pada laga-laga berikutnya,’’ koar Popovic kepada Sydney Morning Herald. (YMP)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi