Juga, jika mau jujur dengan tidak cuma bisa nyinyir, maka pastilah bisa merasakan, bahwa kemacetan di Jakarta sudah jauh berkurang, tidak seperti sebelumnya. Terasa bahwa moda transportasi terintegral yang digagas Anies Baswedan dan jajarannya, yang disebutnya sebagai kerja kolaborasi, sudah mulai bisa dirasakan. Jakarta dari tahun ke tahun peringkat sebagai kota termacet di dunia meningkat, artinya tingkat kemacetan menurun. Sebagaimana yang dirilis lembaga kredibel Tom Tom Trafic Index. Pada tahun 2017, Jakarta menempati posisi ke-4 kota termacet di dunia, dari 404 kota di dunia. Tiap tahun peringkat Jakarta naik signifikan, dan tahun 2021 posisi Jakarta ada diperingkat 46.
Juga banjir di Jakarta sudah jauh berkurang. Banjir memang belum bisa diatasi dengan Jakarta bebas banjir. Tapi setidaknya banjir jauh berkurang. Pada wilayah-wilayah tertentu, yang dianggap langganan banjir, genangan air di sana tidak perlu sampai berhari. Cuma hitungan jam banjir sudah surut. Tampak pemerintah provinsi bekerja serius menanggulangi banjir, termasuk pengerukan sungai yang terus dikerjakan.
Baca juga: Tony Rosyid lah yang Mengawali…
Juga pembangunan sumur resapan, punya andil besar mengurangi banjir. “Penemuan” sumur resapan ini dilihat pihak-pihak tertentu dengan nyinyir, dianggap proyek gagal dan buang-buang uang. Tapi anehnya, “temuan” sumur resapan itu justru diadopsi Pemkot Solo dan Pemkot Medan untuk mengurangi banjir di kotanya. Konon dipakai pula di Ibu Kota Negara (IKN) yang sedang dibangun di Kalimantan Timur. Nyinyir yang hanya dikhususkan pada DKI Jakarta, tapi justru diakui dan dipakai pihak-pihak lain di kotanya.
Melihat kerja-kerja Anies yang tampak benderang nyata, itu buat kesengsem warga di luar Jakarta. Berharap Anies bisa menakhkodai negeri ini, yang memang butuh pemimpin yang punya sikap tegas mengeksekusi semua kebijakan dengan terukur. Karenanya, muncul relawan-relawan di daerah yang terus bergerak, bahkan di beberapa daerah terbentuk komunitas relawan sampai tingkat kecamatan.
Di setiap daerah pun bermunculan “panggung-panggung” untuk Anies Baswedan. Disediakan untuk pada saatnya, setelah purna tugas selaku Gubernur DKI Jakarta, jadi tempat Anies manggung menyapa para pecintanya. Ikhtiar menghadirkan pemimpin sesungguhnya jadi harapan mereka yang ingin merubah nasibnya menjadi lebih baik. Pada Anies lah sepertinya harapan baru negeri ini disematkan. (*)
Editor: Muhammad Tanreha

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi