Minggu, 26 April 2026, pukul : 16:06 WIB
Surabaya
--°C

Menikmati Indahnya Alam Gunung Butak

MALANG-KEMPALAN: Kasus covid 19 mempengaruhi beberapa sektor yang berada di Indonesia, salah satunya yang terdampak ialah sektor pariwisata.

Namun seiring berjalannya waktu dan adanya penurunan kasus covid 19 di Indonesia, sektor pariwisata makin lama kelamaan mulai bangkit dan membuka harapan atas berbagai kemungkinan yang terjadi.

Sama halnya sektor pariwisata lainnya, wisata menuju alam dan mendaki gunung juga akhir-akhir ini begitu banyak diminati oleh masyarakat Indonesia.

Jawa Timur menjadi salah satu daerah yang punya banyak destinasi yang menarik, seperti Gunung Butak yang tak pernah sepi pendaki. Keindahan jalur mendaki dan puncaknya membuat pengunjung Gunung Butak betah berada disana.

Gunung yang letaknya di antara Kabupaten Malang dan Blitar ini mempunyai keindahan yang memukau. Akhir pekan kemarin yang bertepatan dengan hari besar Isra Mi’raj menjadi momentum yang ditunggu-tunggu oleh para pendaki.

Pasalnya dengan adanya libur yang cukup panjang mereka dapat menikmati keindahan Gunung Butak tanpa harus di lburu oleh kemonotonan rutinitas di Senin pagi.

BACA JUGA: Kampung Heritage Kajoetangan, Membawa Nostalgia Tempo Dulu

Kalau kamu berencana untuk mendaki ke Gunung Butak dalam waktu dekat ada beberapa hal nih yang wajib diketahui.

Berikut informasi rute, harga tiket, dan sebagainya.

1.Lokasi, Jam operasional, dan harga tiket

Lokasi: di antara Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar

Jam operasional: setiap hari, 24 jam

Harga: Rp. 15 ribu per orang

Hamparan savana Gunung Butak yang indah, menjadi tempat favorit untuk berkemah para pendaki. (Foto: Alfaizi/kempalan.com)

2.Jalur mendaki menuju Gunung Butak

Ketika mendaki menuju Gunung Butak, terdapat dua jalur pendakian yang dapat di lewati di antaranya sebagai berikut:

• Jalur Sirah Kencong
Jalur ini dimulai dari perkebunan the yang terletak di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Blitar.

Berjalanlah hingga ujung perkenbunan dan bertemu tanah lapang. Setelah itu, kamu akan memasuki hutan yang menandakan awal pendakian. Setiap pos di jalur ini ditandai dengan plang atau simbol.

• Jalur Panderman

Jalur panderman merupakan jalur favorit para pendaki. Dimulai dari desa pasanggrahan, Batu, melaju ke gunung Panderman.

Jika kamu mendaki Gunung Butak menggunakan kendaraan matik, kamu akan diberhentikan tepat di parkiran motor matic yang telah disediakan oleh warga sekitar. Namun jika kamu menggunakan motor manual, bebek dan sejenisnya kamu dapat langsung menuju basecamp pendakian Gunung Butak.

BACA JUGA: Alkohol di Balik Gemerlap Gigs

Setelah kamu sampai di basecamp Gunung Butak dan melakukan registrasi pendakian, kamu dapat melanjutkan perjalanan menuju jalan berpaving.

Setelah itu kamu akan bertemu dengan persimpangan menuju Gunung Panderman atau Gunung Butak. Ambilah jalan ke kanan, kamu akan memasuki hutan rimbun sampai ke pos pertama.

Jalur menuju pos kedua sedikit berkelok-kelok, sedikit menanjak dan akan terus seperti itu sampai pos tiga. Setelah sampai ke pos tiga, kamu akan berjalan menanjak untuk sampai ke pos ke empat dan kelima.

Tempat camp yang menjadi favorit bagi pendaki Gunung Butak adalah Pos Keempat.

3. Ada keindahan apa saja sih di Gunung Butak?

Gunung Butak memiliki pemandangan alam memesona. Kalau kamu mendaki dari jalur Panderman. Sepanjang perjalanan kamu akan disuguhkan dengan hutan yang rimbun. Suasana menjadi lebih dingin. Bahkan tak jarang kamu akan di temani oleh asap kabut yang menyelimuti Gunung Butak.

Setelah kamu berhasil melewati semua pos pendakian Gunung Butak, kamu akan menemui surga yang terdapat di Gunung Butak, apa itu? Ya jelas padang savana dong. Padanag savana yang luas. Tak Cuma rerumputan saja, tetapi terdapat hamparan bunga edelweiss yang jarang kamu lihat. Eitss inget tapi itu hanya terjadi sekitar bulan juli dan Agustus jika memang kamu ingin melihat bunga edelweiss bermekaran.

Potret para pendaki yang sedang beristirahat dan berkemah di pos 3 Gunung Butak via Panderman.(Foto: Alfaizi/kemapalan.com)

Padang savana memiliki tekstur dan bentuk tanah yang cocok untuk berkemah, nah ini nih salah satu tempat favorit bagi pendaki Gunung Butak.

Selain memiliki keindahan yang disuguhkan oleh padang savana Gunung Butak yang membuat para pendaki memilih untuk berkemah di savana, di savana terdapat sumber mata air yang jernih, bersih dan segar, tentunya bisa diminum, dong.

Selain itu juga dari savana menuju puncak jaraknya tidak terlalu jauh, ya sekitar 30-40 menit deh, untuk mencapai puncak Gunung Butak.

BACA JUGA: Beredar Gambar Spanduk Bertuliskan ‘Malang Tolerant City Not Halal City’, Memancing Berbagai Tanggapan Netizen

Rasa lelahmu akan terbayar ketika sudah sampai ke puncak Gunung Butak. Pemandangan alam yang indah membuat matamu enggan berkedip. Terkadang, kamu dapat melihat Gunung Arjuna yang sedang di selimuti awan loh, itupun jika cuacanya sedang cerah ya!

Pastikan Kamu datang ketika matahari akan terbit, panorama sunsrise-nya syahdu banget. Pemandangan tersebut tentu saja bisa jadi objek foto yang menarik.

Keindahan Gunung Butak memang tidak dapat dipungkiri lagi, begitu memesona dan membuat kita tidak bosan-bosannya mengunjungi gunung tersebut.

Jika kamu ingin mengunjungi keindahan Gunung Butak, jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan dengan membawa trashbag atau pelastik besar untuk sampahmu, dan bawa turun lagi ya sampahmu jangan sampai pemandangan yang indah berubah menjadi pemandangan yang tidak sedak dinikmati mata. (Moch. Alfaizi)

Editor: DAD

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.