Beredar Gambar Spanduk Bertuliskan ‘Malang Tolerant City Not Halal City’, Memancing Berbagai Tanggapan Netizen

waktu baca 2 menit
Foto: Instagram.com/@mlg24ja

SURABAYA-KEMPALAN: Beredar gambar spanduk yang bertuliskan ‘Malang Tolerant City Not Halal City’ yang terpasang dibeberapa titik di Kota Malang.

Tagar yang bertuliskan ‘Malang’ menjadi trending topik di twitter sejak (17/2) hingga saat ini tagar tersebut masih ramai di perbincangkan di twitter.

Disusul dengan tagar ‘Malang Tolerant City Not Halal City’ yang menjadi polemik dan memunculkan berbagai tanggapan dari netizen.

Gambar ini diunggah oleh akun twitter bernama @bedarmanto pada (16/2) kemarin.
Bedarmanto menambahkan keterangan dalam unggahannya “Malang Tolerant City Not Halal City. Hebat warganya Mbelgedes walikotanya,” cuitnya dalam unggahan tersebut.

Spanduk dengan tulisan tersebut dipasang tepat di depan balai Kota Malang, persis di seberang Tugu Malang.

BACA JUGA: Malang Halal

Tentunya hal ini menimbulkan polemik dan amiguitas masyarakat serta warganet yang mengetahuinya. Tidak hanya di depan Balai Kota Malang, spanduk dengan tulisan yang sama juga tampak terpasang di beberapa pinggir jalan.

Beberapa tanggapan dari netizen pun bermunculan salah satunya yang dicuitkan oleh akun @widyawe** dia menuliskan “Malang is tolerant, full of tolerance” .

Adapun tanggapan yang berbeda dari akun twitter @cybs*** turut menuliskan komentarnya.

Malang not halal city. Berarti haram city???” tulisnya sembari mengunggah spanduk tersebut.

Hingga saat ini, spanduk yang terpasang dengan tulisan tersebut masih menimbulkan ambiguitas dan pertanyaan di kalangan masyarakat.

Seperti yang di cuitkan oleh akun twitter @lord** “NOT HALAL CITY” Kota Malang bikin jargon baru sebagai Kota Haram kah?,” tanya @Lord** dalam cuitan postingannya.

Masyarakat dan warganet tentunya semakin dibuat penasaran dengan adanya tulisan dan jargon yang di pasang di beberapa titik di Kota Malang.

Tentunya masyarakat menunggu penjelasan dan tanggapan dari pemerintah Kota Malang, akan maksud dan tujuan adanya tulisan tersebut.

Semoga pemerintah dapat dengan cepat menjawab pertanyaan dari masyarakat agar tidak terjadi kesalah pahaman yang memancing konflik antar masyarakat. (Mochamad Alfaizi)

Editor: Reza Hikam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *