MALANG-KEMPALAN: Gigs atau pertunjukan musik selalu menarik untuk dibahas, karena di dalamnya tidak hanya terdapat musisi dengan musiknya dan penikmat musik saja. Seringkali terdapat banyak hal tak terduga yang terjadi di balik acara tersebut.
Siapa sih yang tidak senang dengan sebuah konser musik atau gigs? Gak ada dong pastinya, di sebuah konser musik atau gigs semua kegembiraan dan kemeriahan ada. Selain penampilan dari musisi favorit, kita juga bisa berjejaring dengan banyak orang baru.
Paket komplet deh kalo ke konser atau gigs, dari yang tidak ada temen, eh jadi banyak temen, dari yang tidak tau band ini, jadi tahu.
Itulah sedikit gambaran dari sebuah konser musik atau gigs .
Tetapi, di balik gemerlap itu ada sisi gelap dari gigs, yaitu peredaran alkohol di antara sebagian penonton. Tentu, ada yang tidak setuju dengan kehadiran alkohol di balik gigs, tapi ada juga yang menganggapnya sebagai ”paket komplet” gigs.
Artikel ini tidak menyarankan untuk mencoba alkohol dalam gigs. Tapi, kalau bandel, tanggung sendiri akibatnya.
Artikel ini hanya ingin berbagi fenomena di sebagian penggemar gigs yang menganggap alkohol sebagai bagian dari cara memperluas pertemanan.
Bagi sebagian penonton gigs pertemanan baru di area konser musik banyak yang bisa diawali dari saling tukar minuman. Duduk bareng, mengobrol dan akrab sambil berbagi minuman.
Di banyak kota di Indonesia, alkohol bahkan memiliki kultur dan namanya sendiri, ada ciu, tuak, arak dan lain sebagainya.
Biasanya yang paling sering jadi ajang melingkar yaitu pada perhelatan gigs-gigs di tempat yang tidak cukup besar. Bisa dipastikan setengah dari para penonton yang hadir akan mengonsumsi alkohol.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi