BACA JUGA: Kampung Heritage Kajoetangan, Membawa Nostalgia Tempo Dulu
Penikmat alkohol tipe ini membeli minuman di luar acara, seperti warung-warung minuman ilegal, lalu di bawa secara diam-diam atau terang-terangan ke acara gigs. Kelompok ini bisa disebut sebagai kelompok ”pahe” alias paket hemat.
Itu semua tergantung acaranya, apakah panitia memperbolehkan atau tidak. Tapi, di kebanyakan gigs pengunjung dilarang keras membawa alkohol.
Tidak jarang akibat alkohol ini bisa terjadi acara gigs yang ricuh, dah rusuh.
Dilansir dari siasatpartikelir.com banyak yang mengatakan minum adalah sebuah bentuk perayaan di acara. Sayang jika dilewatkan. Ada lagi yang mengatakan kalau nge-gigs dan alkohol adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, istilahnya obat penghilang penat.
Beberapa pengunjung gigs yang diwawancarai kempalan.com jawabanya beragam.
BACA JUGA: Tim Karya Ilmiah SMPN 23 Malang Sabet Medali Emas Event Internasional
“Kebanyakan anak muda yang nonton konser itu minum, walaupun memang ada yang tidak minum juga, kita gak bisa mengeneralisirkan bahwa semua penonton konser itu peminum”
“Seneng aja, lebih semangat buat pogo, moshing, kenalan dengan banyak orang, yang terakhir cari cewek tentunya hehe.”
“Kadang kami minum sebelum datang ke gigs, karena dalam beberapa acara musik juga gak boleh bawa alkohol ke dalam, walaupun terkadang kami menikmati nya di dalam acara tersebut, ya pinter-pinter ajalah nyembunyiin amunisinya.”
BACA JUGA: Budaya ‘Ngopi Pagi’ Tengah Malam di Malang
”Membeli minuman ya di tempat minuman bro, ya tentunya bukan di gigs dong, yang pasti warung tersembunyi yang nyimpen banyak harta karun, ilegal dan nikmat hehehe.”

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi