Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 12:39 WIB
Surabaya
--°C

Pada Anies lah Sepertinya Harapan Baru Negeri Ini Disematkan

Dipilih langsung rakyat tentu berbeda dengan ditunjuk lewat SK Kemendagri. Dipilih langsung lewat Pilkada, itu pertanggungjawabannya langsung pada rakyat, dan tentu punya legitimasi yang kuat. Sedang sebagai Plt Gubernur yang ditunjuk, pastilah wewenang geraknya akan serba terbatas. Semua kebijakan mesti disesuaikan dengan si pemberi mandat. Bergeraknya serba minta petunjuk, dan itu menghambat.

Panggung-panggung Sudah Tersedia

Berakhirnya jabatan Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta, itu sebenarnya yang dinanti-nanti para pecintanya. Para relawan merebak seantero negeri, yang justru menanti agar bulan Oktober 2022 disegerakan, jika itu mungkin. Tapi pastilah itu mustahil. Biarkan waktu berjalan sewajarnya, dan diharap para relawan pecintanya untuk bersabar menunggu.

Anies Baswedan diharap pecintanya tidak lagi menjadi Gubernur DKI Jakarta. Diharap bisa benar-benar menjadi Gubernur Indonesia. Harapan selayaknya, harapan yang bisa dinalar, itu jika melihat apa yang sudah dibuat Anies Baswedan membangun Jakarta. Karya-karya Anies dalam membangun Jakarta bukan sekadar infrastruktur, tapi juga membangun dengan memanusiakan warganya. Kampung Akuarium bisa sebagai contoh. Bagaimana kelompok warga tertentu yang digusur oleh kebijakan Gubernur Jakarta sebelumnya (Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok), itu diambil alih jadi kebijakan yang manusiawi. Dibangunkan rumah tinggal deret ke atas yang representatif. Itu satu contoh yang bisa dilihat.

Baca juga: Tujuh Sisi Positif Anies Baswedan: Pengakuan Jujur Gembong Warsono

Juga rencana Sutiyoso, Gubernur DKI Jakarta sebelumnya, yang menjabat dua periode, tapi belum bisa merealisasi apa yang direncenakannya. Itu berkenaan dengan pembangunan stadion sepak bola untuk klub Persija Jakarta. Rencana yang belum bisa terealisasi, itu karena sebab-sebab tertentu. Bagi Gubernur DKI Jakarta sebelum Anies menjabat, yaitu Ahok, yang mengatakan bahwa pembangunan stadion itu bukan tanggung jawabnya untuk diteruskan.

Anies Baswedan yang tampil mengambil alih rencana yang belum dikerjakan Sutiyoso itu. Anies membangun stadion sepak bola tidak ala kadarnya. Tapi stadion sepak bola bertaraf internasional. Namanya Jakarta International Stadium (JIS). Disinyalir JIS bahkan lebih baik, atau setidaknya tidak kalah dengan stadion Anfield, markaz klub Mancahster United. Pantas saja Pak Sutiyoso tanpa segan menampakkan sikap respek dengan mengucapkan terima kasih pada Anies, yang telah menyelesaikan stadion prestisius, janji yang tidak dapat direalisasikannya.

Juga, jika mau jujur…

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.