Sabtu, 25 April 2026, pukul : 05:37 WIB
Surabaya
--°C

Gus Miftah dan Gus Miek

Dengan humor, persoalan seberat apa pun akan menjadi ringan. Humor adalah senjata yang paling ampuh sebagai ‘’ice breaker’’ untuk memecah kebuntuan komunikasi. Selera humor sudah terlalu lama hilang dari ranah publik kita, sehingga yang terasa setiap hari adalah hawa yang sumuk dan panas.

Dorce tentu risau dengan status eksistensialnya. Ia yang sangat religius mencari fatwa mengenai gender-nya kepada banyak ulama. Dorce mengatakan bahwa sebagaimana pandangan publik secara umum, ada di antara ulama yang mengharamkan perilaku transgender. Tentu para ulama itu mempunya dalil yang kokoh dalam menyikapi kasus Dorce.

Dorce terlahir di Solok, Sumatera Barat sebagai Dedi Yuliardi bin Ahmad (nama itu yang tertera di batu nisan). Mudah diduga, masa kecil Dorce tentu kental dengan nilai-nilai religius. Wilayah Sumatera Barat dikenal sebagai daerah basis Islam puritan. Perang Paderi pada 1821 adalah tonggak perlawanan dan kebangkitan kalangan Islam puritan melawan penjajah, sekaligus juga kebangkitan puritanisme melawan Islam mistisisme yang berkembang di Jawa.

BACA JUGA: Kotak Amal

Dengan latar belakang budaya semacam itu Dorce sudah terbiasa dengan cara-cara beribadah ‘’Islam modernis’’ yang biasanya diasosiasikan dengan Muhammadiyah, ketimbang Islam tradisionalis yang diasosiasikan dengan Nahdlatul Ulama.

Dorce melakukan pengembaraan spiritual yang membawanya bertemu dengan Gus Dur dan Gus Miek. Dua ulama asal Jawa Timur itu dikenal dengan keahliannya dalam sufisme dan mistisisme.

Dari dua kiai itu Dorce memperoleh keyakinan spiritual dan eksistensial yang lebih mantap. Kepada Gus Dur Dorce bertanya mengenai ibadahnya sebagai seorang transgender. Gus Dur mengatakan, kalau Dorce yakin dengan gender-nya sebagai perempuan, maka beribadahlah sesuai dengan keyakinannya. Dorce merasa adem oleh nasihat itu. Dari Gus Miek Dorce memperoleh pencerahan yang sama.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.