Sabtu, 25 April 2026, pukul : 05:37 WIB
Surabaya
--°C

Gus Miftah dan Gus Miek

K.H Abdurrahman Wahid alias Gus Dur (1940-2009) adalah kiai yang sepantaran dengan Gus Miek. Meski begitu, Gus Dur termasuk kiai yang sangat menghormati dan tawaduk kepada Gus Miek. Dua kiai itu sama-sama kontroversial, tetapi dikenal adem dalam menghadapi persoalan-persoalan khilafiyah.

Dakwah ‘’bil klub malam’’ ala Gus Miek membawa pengaruh penting dalam hidup Dorce Gamalama. Entertainer yang meninggal (16/2) itu menghadapi dilema besar dalam hidupnya karena memilih menjadi transgender. Dorce menganggap Gus Dur dan Gus Miek sebagai guru panutannya.

Salah satu yang menjadi kontroversi adalah wasiatnya supaya ketika meninggal dipulasara dan dimakamkan sebagai perempuan. Dorce memang pernah melakukan operasi transeksual yang mengubah gendernya dari laki-laki menjadi perempuan.

Ia menjadi salah satu selebritas papan atas yang berani melakukan operasi transgender itu. Dorce dikenal sebagai muslim(ah) yang taat dan mempunyai kesalehan sosial yang tinggi. Ia membangun rumah gadang besar dan menampung banyak anak yatim piatu dan duafa di rumah besarnya.

Sebelum meninggal, Dorce sakit berkepanjangan sampai membuatnya miskin dan tidak mampu membayar biaya pengobatan. Dorce sampai harus menulis surat kepada Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk meminta bantuan biaya pengobatan.

BACA JUGA: Museum Holocaust

Status Dorce sebagai transgender menjadi perdebatan dan kontroversi. Ketika ia berwasiat supaya dipulasara dan dimakamkan sebagai perempuan hal itu pun menimbulkan pro dan kontra. Sepanjang karirnya Dorce menghadapi kontroversi itu dengn caranya yang khas, tatag dan penuh humor.

Sebuah anekdot diceritakan oleh Dorce. Suatu hari ia berkencan dengan seorang bule. Setelah berkencan sang bule memberinya sejumlah uang dalam bentuk mata uang asing dolar. Dorce senang bukan kepalang. Tapi, begitu mau ia tukarkan ke money changer ternyata dolar itu palsu. Dorce pun balik dan protes ke si bule. ‘’Mister, mengapa saya dikasih uang palsu?’’ Si bule menjawab, ‘’You juga perempuan palsu…’’.

Dorce menyikapi persoalan eksistensial dengan humor. Kata Arthur Schopenhauer, humor adalah kualitas ilahiah yang ada pada diri manusia. Humor menunjukkan kematangan jiwa. Kemampuan menertawakan diri sendiri bukan tanda merendahkan diri, tapi tanda kebijaksanaan.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.