KEMPALAN: Holocaust adalah peristiwa pembunuhan berencana terhadap ras Yahudi oleh Nazi Jerman pada Perang Dunia Kedua. Peristiwa ini diyakini sebagai pembunuhan terencana dan sistematis terbesar di dunia. Korban Holocaust diyakini berjumlah jutaan. Mereka meninggal di kamp-kamp kerja paksa dan di kamar-kamar gas beracun di beberapa kamp pengungsian di Eropa sejak 1940 sampai 1947.
Sampai sekarang Holocaust tetap menjadi kontroversi. Ada yang melestarikan memori terhadapnya sebagai pengingat kepada seluruh dunia akan kejamnya politik rasis yang diterapkan oleh rezim Nazi Jerman di bawah kepemimpinan Adolf Hitler. Ada yang menyangkal keberadaan peristiwa Holocaust, dan menganggapnya sebagai rekayasa politik Zionis untuk memberi pembenaran terhadap pendirian negara Yahudi Israel di tanah Palestina.
Kontroversi Holocaust terjadi di seluruh dunia, membelah opini politik menjadi dua kelompok yang saling bersitegang. Kekejaman Hitler yang melampaui batas kemanusiaan dikutuk. Tetapi, kekejaman yang dilakukan Yahudi Israel terhadap warga Palestina juga menjadi pertanyaan besar yang belum terjawab.
Bagaimana mungkin, sebuah bangsa yang menyelamatkan diri dari penjajahan dan pembunuhan masal kemudian melakukan kekerasan terhadap bangsa lain yang sama-sama minoritas? Bangsa Yahudi lari dari Eropa menuju Palestina untuk mendirikan negara sendiri. Tapi kemudian dalam proses itu bangsa Yahudi melakukan berbagai kekejaman dan pelanggaran hak asasi terhadap bangsa Palestina yang sudah terlebih dahulu eksis.
Rasa ketidakadilan itulah yang dirasakan oleh orang-orang Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Itulah sebabnya mengapa pemerintah Indonesia berkomitmen untuk membela kemerdekaan bangsa Palestina dari penguasaan Yahudi Israel. Sampai sekarang pemerintah Indonesia tetap menjaga komitmen itu.
Karena itu, ketika berdiri museum Holocaust di Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara (27/1) beberapa organisasi Islam Indonesia melakukan protes. Pendirian museum itu dianggap tidak sensitif terhadap suasana kebatinan umat Islam Indonesia dan bertentangan dengan komitmen Indonesia terhadap perjuangan Palestina.
Museum Holocaust di Indonesia menjadi sebuah paradoks yang menimbulkan tanda tanya besar. Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di seluruh dunia. Indonesia secara resmi mendukung negara Palestina dan ikut aktif di berbagai forum dunia untuk membantu kemerdekaan Palestina.
Pendirian negara Israel di atas tanah Palestina sejak 1948 dianggap sebagai sebentuk penjajahan. Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya–seperti yang termaktub dalam pembukaan konstitusi—untuk menghilangkan penjajahan dari muka bumi. Pendirian negara Israel di tanah Palestina adalah bentuk penjajahan, dan karenanya harus dihapuskan.
Mendirikan museum Holocaust di Indonesia menjadi paradoks yang aneh yang bertentangan dengan semangat konstitusi. Holocaust menjadi catatan kelam sejarah yang harus dikecam dan ditentang. Tetapi kekejaman yang dilakukan oleh Yahudi Israel terhadap bangsa Palestina juga tidak boleh dibiarkan terus-menerus terjadi.
Holocaust menjadi salah satu peristiwa pembunuhan berencana yang paling kontroversial. Pemimpin Nazi, Adolf Hitler, memprakarsai sebuah proyek pembunuhan berencana terhadap ras Yahudi. Proyek ini dinamai “Final Solution”, solusi terakhir.
Melalui Solusi Terakhir Hitler menyalurkan kebenciannya yang sangat mendalam terhadap ras Yahudi, dengan mengumpulkan mereka ke dalam kamp-kamp kerja paksa, dan menggiring mereka ke dalam “gas chamber” rumah-rumah gas beracun. Tujuan final dari program Hitler adalah menghabisi ras Yahudi dari muka bumi.
Hitler adalah seorang ultra-nasionalis radikal yang percaya bahwa ras Aria Jerman adalah ras terbaik di dunia. Karena ini Bangsa Aria harus menjadi penguasa dunia. Petualangan untuk menguasai dunia dimulai Hitler dari Eropa. Dengan menguasai Eropa maka Jerman akan menguasai jantung dunia.
Bersamaan dengan eksperimen militer itu Nazi Jerman juga melakukan rekayasa sosial untuk menciptakan ras Aria sebagai ras unggul dunia, dan menghilangkan ras lain yang inferior yang bisa mencemari kemurnian dan keunggulan ras Aria. Sasaran utama Hitler adalah ras Yahudi yang dianggapnya sebagai ras paling rendah di dunia yang bisa mencemari keunggulan ras Aria.
Ras Aria harus dijaga kemurniannya sebersih mungkin. Tidak boleh ada setetes pun aliran darah ras lain, terutama ras Yahudi. Solusi yang dipilih Hitler adalah membunuh sampai habis, tumpas kelor, semua orang Yahudi yang ada di Eropa harus dihilangkan.
Ketika itu di seluruh Eropa diperkirakan terdapat 11 juta orang Yahudi yang tersebar di berbagai negara. Hitler mulai melakukan pembersihan melalui pembunuhan terencana di wilayah Jerman dan wilayah Eropa Timur yang sudah dikuasai Nazi. Komunitas-komunitas Yahudi di Jerman, Polandia, dan sekitarnya menjadi sasaran utama Hitler. Kamp konsentrasi besar didirikan di Auschwitz di Polandia untuk menampung orang-orang Yahudi dan kaum homoseksual yang sangat dibenci Hitler.
Di kamp konsentrasi itu…

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi