Jumat, 15 Mei 2026, pukul : 10:50 WIB
Surabaya
--°C

Museum Holocaust

Di kamp konsentrasi itu para tahanan disekap dan dikenai kerja paksa dalam kondisi yang tidak manusiawi. Tahanan yang masih muda dan sehat menjadi budak kerja paksa, dan orang-orang tua dan anak-anak dikonsentrasikan ke dalam kamp khusus. Ribuan orang mati karena kelaparan dan penyakit, dan ribuan lainnya mati karena diracun di ruang gas.

Jumlah korban Holocaust menjadi kontroversi. Ada yang memperkirakan 1 juta sampai 1,5 juta orang Yahudi meninggal akibat genosida ini. Ada yang menyebut angka 6 juta. Ada yang memperkirakan ratusan ribu, dan ada juga yang tidak percaya bahwa Holocaust pernah terjadi. Presiden Iran Mahmud Ahmadenijad semasa kepemimpinannya pada 2005 menyangkal Holocaust dan menyebutnya sebagai mitos politik.

Ahmadinejad mengatakan bahwa mitos Holocaust sengaja diciptakan oleh gerakan Zionis internasional, yang didukung Eropa dan Amerika, untuk memberi pembenaran terhadap pendudukan Yahudi Israel terhadap tanah bangsa Palestina.

Ahmedinejad dikecam di Eropa dan Amerika, dan dianggap melakukan tindakan anti-semitisme yang mendiskriminasi orang Yahudi. Ahmadinejad menentang arus besar dunia. Anti-semitisme menjadi arus politik besar yang sangat kuat. Siapa pun yang kritis terhadap politik Israel mendapat label anti-semit dan dikucilkan dari pergaulan internasional.

Siapa pun yang membuat komentar kritis terhadap Holocaust akan dicap sebagai anti-semit dan akan di-bully secara internasional dan dipaksa meminta maaf. Yang terbaru, Aktris berkulit hitam Whoopi Goldberg dipaksa meminta maaf (31/1) karena berkomentar bahwa Holocaust bukan masalah rasial, karena terjadi di antara sesama orang kulit putih.

Goldberg tidak secara eksplisit menyangkal keberadaan Holocaust. Ia secara implisit ingin mengatakan bahwa orang-orang kulit putih telah melakukan tindakan holocaust yang sama terhadap orang-orang kulit hitam. Goldberg secara implisit mengatakan bahwa holocaust orang kulit putih terhadap orang kulit hitam lebih masif dan kolosal.

Goldberg dikecam secara luas dan akhirnya meminta maaf. Mempertanyakan Holocaust adalah tindakan tabu yang tidak bisa ditoleransi. Holocaust menjadi kebenaran yang tidak boleh lagi dipertanyakan atau dikritisi.

Tetapi, bagi intelektual Amerika keturunan Palestina, Edward Said, Holocaust dan Palestina justru menjadi pertanyaan penting yang harus memperoleh jawaban. Keberadaan pemerintah Yahudi Israel di Palestina adalah ironi terbesar dalam sejarah geopolitik internasional.

Edward Said mempertanyakannya dalam “The Question of Palestine”.  Mengapa orang-orang di seluruh dunia membela Yahudi dari kebrutalan Nazi Jerman, tetapi tidak membela bangsa Palestina dari kekejaman bangsa Yahudi? Itulah pertanyaan besar mengenai Palestina.

Penyekapan oleh Hitler terhadap Yahudi dalam kamp-kamp raksasa adalah kekejaman kemanusiaan yang tidak termaafkan. Tetapi, mengapa sekarang terjadi penyekapan yang sama oleh rezim Yahudi Israel terhadap bangsa Palestina? Edward Said menuntut jawaban atas pertanyaan itu.

Pertanyaan itu menjadi pertanyaan kemanusiaan yang universal. Semua orang di seluruh dunia, yang mempunyai rasa kemanusiaan dan keadilan, harus punya pertanyaan itu, dan berusaha menemukan jawabannya.

Itulah juga yang harus menjadi pertanyaan para pengelola museum Holocaust di Minahasa. (*)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.