Senin, 20 April 2026, pukul : 09:41 WIB
Surabaya
--°C

Ditinggal Lari Kini Ganjar Sendiri

Nampaknya pembiaran ini tidak bisa dipisahkan dengan peristiwa-peristiwa sebelumnya yang terjadi antara Ganjar dengan sesama kader PDIP di Jawa Tengah. Bahkan banyak yang menduga ini ada kaitannya dengan persaingan internal PDIP dalam dalam kaitan pemilihan capres 2024.

Kasus pengembalian bantuan Ganjar oleh Wakil Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Kecamatan Temanggung, Fajar Nugroho saat datang ke rumahnya. Dikatakan itu lantaran sebagai bentuk kekecewaan terhadap Ganjar. Jauh hari konflik serupa juga terjadi antara Ganjar dengan Bambang Wuryanto Ketua DPD PDIP Jateng dalam kaitan tidak diundangnya Ganjar dalam acara penguatan soliditas kader. Bambang menyatakan bahwa tidak diundangnya Ganjar pada acara penguatan soliditas kader di Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Jawa Tengah, Semarang, Sabtu (22/5/2021).

Bambang Wuryanto atau yang biasa dipanggil Bambang Pacul ini mengatakan : untuk memahami polemik terakhir dirinya , maka semua harus melaksanakan.

Dalam konteks itu, Ganjar ditugaskan sebagai gubernur di Jawa Tengah. Maka Ganjar harusnya bertugas di sana.

“Pak Ganjar kalau mau jadi Presiden boleh nggak? Jawabannya pasti boleh. Tetapi wong pengen kok, hati, rasa, itu tidak bisa dipenjara, rasa tidak bisa dipenjara, itu kata para pemimpin kita dahulu. Jadi kalau pengen boleh,” kata Pacul, Selasa (25/5/2021), sebagaimana diberitakan oleh Berita Satu.

BACA JUGA: PWI dan AJI ”Beda” soal Wadas, Marah Sakti Ingatkan Wartawan Jangan ”Miring”

Pernyataan Puan yang mengatakan ada Gubernur yang tidak bangga dan tidak menyambut dirinya datang ke daerah-daerah, meskipun tidak secara tegas menyebut nama tapi dugaannya mengarah ke Ganjar. Dan ini semakin mempertegas bahwa Ganjar sedang mengalami disharmoni dengan DPP PDIP.

Kasus Wadas semakin membuat posisi Ganjar terhempas, Ganjarpun kini sendirian, oligarkhi yang selama berlindung dan memanfaatkan kebijakan Ganjar, kini lari… Begitulah memang watak oligarkhi.

Sambil menyeruput kopi sayapun tak habis pikir betapa jahatnya oligarkhi, ketika masih dibutuhkan dipuji-puji, ketika menghadapi masalah, mereka tinggalkan sendiri. 2024 jangan sampai rakyat memilih presiden yang dikendalikan oleh oligarkhi. (*)

Editor: Mohammad Tanreha

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.