Senin, 20 April 2026, pukul : 07:43 WIB
Surabaya
--°C

Ditinggal Lari Kini Ganjar Sendiri

Oleh: Isa Ansori (Kolomnis)

KEMPALAN: Peristiwa Wadas seakan mengubur kerja-kerja terpoles Ganjar. Tragedi Wadas seolah akan membuka kotak pandora sesungguhnya Ganjar bekerja untuk siapa? Apakah Ganjar bekerja untuk kepentingannya sendiri? atau Kebijakan Ganjar ditunggangi oleh kepentingan orang lain (baca : Oligarki)? atau juga ini sebuah pekerjaan yang simbiosis mutualisme?

Persoalan Wadas sejatinya timbul akibat SK Gubernur Jawa Tengah No. 590/20 tahun 2021 berkaitan dengan Pembaharuan Atas Penetapan Lokasi Pengadaan Tanah bagi Pembangunan Bendungan Bener tanggal 7 Juni 2021. Bermula dari sinilah bisa dilihat apa yang terjadi sebenarnya. Fakta yang tak boleh dipungkiri adalah akibat surat keputusan ini terjadi kekerasan terhadap warga Wadas.

Berdasarkan pernyataan Direktur Pembinaan Program Mineral dan Batu Bara Kementrian ESDM, Sunindyo Suryo kepada CNBC Indonesia, Kamis (10/2/2022) “Desa Wadas tidak ada IUP”. Menurutnya bahwa kegiatan pertambangan baik mineral maupun batu bara harus memiliki IUP. “Wajib dong (memiliki) IUP”, ucap Sunindyo.

Pernyataan Sunindyo ini mempertegas bahwa pelaksanaan kegiatan pertambangan yang terjadi di Wadas adalah kegiatan ilegal yang dilegalkan. Patut diduga terjadi kesalahan persepsi pelaksanaan penambangan, sehingga Wadas yang seharusnya tidak termasuk wilayah penambangan, berdasarkan SK Gubernur tersebut bisa menjadi daerah yang termasuk wilayah pertambangan. Dugaan banyak pihak bahwa dibalik pembangunan waduk itu ada kandungan mineral (andesit) yang luar biasa menggiurkan bagi pengusaha rakus. Sehingga untuk bisa merampas wilayah itu para pengusaha rakus itu berlindung di balik SK Gubernur tersebut.

BACA JUGA: Kasus Wadas, Anies Layak Menggantikan Jokowi

Ganjar tak berdaya menghadapi para “majikan” yang terdiri dari oknum penguasa dan pengusaha rakus. Mereka berusaha melakukan eksploitasi alam, tak peduli itu membawa kerusakan. Kasus Wadaspun semakin membuat Ganjar tak berdaya dan terhempas dari pusaran citra yang telah dia bangun selama ini.

Semua yang selama ini berlindung di balik kebijakan Ganjar, lari tunggang langgang, bersembunyi sembari memaki-maki kecelakaan proses yang dilakukan oleh Ganjar dan aparat kepolisian. Kini Ganjar harus sendirian menanggung segala sesuatunya.

Apa yang dikatakan oleh Junimart Girsang, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Fraksi PDIP, bahwa insiden di Desa Wadas, Kabupaten Purworejo, Jateng adalah murni tanggung jawab Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Pernyataan Junimart ini sangat berbeda dengan kebiasaan pada umumnya yang terjadi pada PDIP. Sebagai kader partai tak biasanya kalau menghadapi masalah, PDIP membiarkan kadernya menghadapi sendiri, tapi akan ada bantuan hukum. Setidaknya PDIP tidak akan membiarkan sendiri kadernya mengahadapi masalah sendiri, kali ini sangat berbeda. Ganjar dibiarkan sendirian.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.