Jenguk Lansia Tiga Bersaudara yang Hidup Sengsara, Wabup Perintahkan Dinas Masukkan Program PKH dan BPNT

waktu baca 3 menit
Wabup Bu Min saat tiba di rumah lansia tiga bersaudara yang hidup serba kekurangan. (Foto: Istimewa)

GRESIK-KEMPALAN: Mendapat laporan kalau ada Lansia tiga bersaudara yang hidupnya jauh dari kata layak dan sakit sakitan membuat Wakil Bupati Gresik Hj. Aminatun Habibah tidak serantan (tega-red) mendengarnya.

Wabup yang akrab di sapa Bu Mini ini nekat mendatangi rumah lansia tiga bersaudara, Waras 70 tahun, Chamim 62 tahun dan Siti Chodijah 53 tahun pada Jum’at (18/02) di Kelurahan Pakelingan.

Bu Min merasa prihatin dengan kondisi warga yang tidak mampu ini. Seharusnya mereka masuk dalam data penerima Bantuan PKH maupun BPNT. Namun karena mereka tidak berkeluarga atau tidak punya anak, maka mereka tidak bisa masuk dalam dartar penerima atau tidak bisa mendapatkan bantuan.

“Ketiganya belum mendapakan PKH dan BPNT karena teknis syarat dari Kemensos harus punya anak. Sedangkan mereka tiga bersaudara ini tidak berkeluarga. Akan tetapi mereka bertiga sempat mendapat bantuan dari Baznas. Dan di kabupaten Gresik ada program PKH Inklusi nanti kita masukkan pada program tersebut agar bisa membantu meringankan bebannya,” kata Wabup kepada awak media.

Wabup berharap warga yang kurang mampu bisa didata secara jelas agar tingkat kemiskinan yang ada di Kabupaten Gresik bisa segera teratasi dan ada penurunan tingkat kemiskinannya.

“Gresik ini terlihat tingkat kemiskinan masih tinggi itu tak lain karena pengaruh dari besar UMK yang tinggi, sehingga ada kesenjangan yang tinggi dari yang berpendapatan UMK dibanding mereka yang berpendapatan di bawah UMK. Padahal, dibandingkan kabupaten lain, tingkat pendapatan di Kabupaten Gresik sudah cukup tinggi,” imbuhnya.

Wabup Gresik Bu Min saat menjenguk keluarga Waras di kelurahan Pakelingan.

Dalam kesempatan itu, Bu Min memberikan bantuan sembako dan bantuan uang tunai kepada tiga bersaudara didampingi oleh Muslich Lurah Pakelingan.

“Semoga bantuan yang tidak seberapa ini bisa bermanfaat bagi ketiga bersaudara Pak Waras sekeluarga , dan kelurahan juga agar memperhatikan dan mengupayakan bantuan bagi warganya yang kurang mampu,” pungkas wabup.

Untuk diketahui tiga bersaudara yang tinggal di rumah kecil tersebut adalah warga asli Kelurahan Pakelingan dan bukan pendatang.

Saudara pertama bernama Waras usia 70 tahun dan dalam kondisi sakit. Waras terlihat hanya bisa berbaring setengah duduk di sudut pojok rumahnya yang hanya beralaskan kasur di lantai.

Tubuhnya yang tua rentah sudah sangat susah digerakkan, matanya buta dan pendengarannya sudah terganggu. Seminggu sekali ada petugas kesehatan dari puskesmas yang memeriksa kondisinya.

Saudara nomor dua bernama Chamim berusia 62 tahun juga sudah tidak bisa bekerja dan tidak punya pekerjaan. Kedua matanya terserang katarak sehingga pengelihatannya sudah tidak sempurna lagi. Meski sudah dilakukan operasi katarak.

Saudara nomor tiga bernama Siti Chotijah berusia 53 tahun. Perempuan satu-satunya ini juga menderita katarak. Dan sudah melakukan operasi dua kali. Namun penglihatannya masih kabur dan tidak sempurna lagi. Mereka hanya bisa berdiam diri di rumah sambil menunggu uluran tangan para donatur. (Ambari Taufiq)

Editor: Freddy Mutiara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *