Oleh: Ibu Nyai Dr. Hj. Mihmidaty Ya’cub
KEMPALAN: Seorang mukmin sejati akan sabar saat menghadapi masa sulit dan bersyukur saat dilapangkan. Dua sifat ini yang harus dimiliki oleh seorang muslim dalam menjalani kehidupan ini agar senang, tenang, tenteram dan bahagia. Dua sifat itu sebagaimana yang dimiliki Allah SWT dalam Asmaul Husna, yaitu sifat Maha Penyabar dan Maha Bersyukur, Shabbarun Syakur. Artinya, seorang muslim harus memiliki sifat sabar dan pandai bersyukur. Al-qur’an dalam berbagai ayatnya, banyak menerangkan tentang keutamaan sabar sebagai keindahan dalam menyikapi persoalan hidup.
Banyak definisi yang menerangkan kata Sabar ini. Ada yang mengatakan Sabar itu adalah Meninggalkan Mengeluh dan hanya mengeluh kepada Allah SWT. Sabar adalah suatu sikap menahan emosi dan keinginan, serta bertahan dalam situasi sulit dengan tidak mengeluh. Mampu mengendalikan diri dalam menghadapi segala sesuatu yang tidak di sukai dan dibenci. Ada yang mengatakan Sabar adalah bertahan dalam melakukan kebenaran atau menerima apapun yang telah diberikan Allah SWT kepada kita.
Sabar adalah menahan diri untuk tetap berada dalam ketaatan kepada Allah SWT, baik dalam keadaan lapang maupun sempit, dalam keadaan derita maupun bahagia, dalam suka dan duka. Allah SWT bersama dengan orang yang sabar. Orang yang sabar akan Allah berikan pahala yang sempurna. Istilah sabar ini muncul seratus kali dalam ayat-ayat Al-Qur’an dan hadist Rasulullah SAW. Balasan bagi orang yang sabar, Allah SWT telah berfirman dalam surat An-Nahl ayat 96 yang artinya, “Apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan Kami pasti akan memberikan balasan kepada orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
Sikap sabar yang diajarkan Al-Qur’an bukanlah sikap menerima kehinaan. Yang diupayakan hendaklah azimah, yakni komitmen yang kuat untuk mencapai cita-cita, “Maka bersabarlah engkau (Muhammad) sebagaimana kesabaran rasul-rasul yang memiliki keteguhan hati, dan janganlah engkau meminta agar azab disegerakan untuk mereka.” (QS. Al-Ahqaf : 35). Sabar juga bukan sikap lemah dan menyerah kepada musuh (Ali Imran : 146), melainkan jihad atau perjuangan (An-Nahl: 110).
Menurut Rasyid Ridho, sabar adalah menghadapi sesuatu yang tidak menyenangkan dengan perasaan rida, ikhtiar dan penyerahan diri. Dalam makna yang lebih luas, sabar mencakup tiga hal. Berdasarkan hadits dari Ali bin Abi Thalib Ra, Rasulullah SAW bersabda, “Sabar itu ada tiga macam; sabar dalam menghadapi musibah, contoh sakit, miskin. Sabar dalam menjalani ketaatan contohnya sabar mengerjakan sholat, puasa, dan sabar dalam menghindari kemaksiatan seperti berzina, mencuri.”
Banyak orang yang mampu menjalani perjalanan hidup ketika dituntut untuk bersabar dalam menjalani ketaatan dan sabar dalam menghindari kemaksiatan. Namun tak jarang yang tegelincir ketika dituntut untuk bersabar dalam menghadapi musibah atau ujian. Yang dibutuhkan ketika seseorang mendapat musibah hanya dua hal yaitu; Dengan musibah itu ia menahan dirinya dan menerima yang Allah SWT timpakan padanya serta hendaklah ia selalu husnuzon, yaitu berprasangka baik kepada Allah SWT.
Dalam beberapa hadist Rasulullah menjelaskan apa hakikat keutamaan dari sikap sabar bagi seorang mukmin. Rasulullah SAW bersabda yang artinya, “Tidaklah seorang muslim ditimpa suatu penyakit atau selainnya, melainkan Allah akan menghapus kejelekan-kejelekannya, sebagaimana pohon yang menggugurkan daunnya.” Dalam hadist lain yang juga diriwayatkan Bukhari dan Muslim Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang berlatih kesabaran, maka Allah akan menyabarkannya. Dan tidak ada orang yang mendapat karunia (pemberian) Allah yang lebih baik atau lebih luas dari kesabaran.”
Seperti yang tercantum dalam Al-Qur’an ada beberapa keutamaan dan balasan bagi orang yang sabar. Keutamaan dan balasan itu antara lain, Pertama Disukai Allah SWT seperti yang tercantum dalam firman Allah SWT surat Ali-Imran ayat 146. Kedua, Diberikan petunjuk. Allah SWT akan selalu memberikan petunjuk bagi mereka yang kehilangan arah, keberkahan dan rahmat kepada ummat-Nya yang selalu sabar sebagaimana firman-Nya dalam Surat Al-Baqarah ayat 155.
Selain kedua hal tersebut, Allah SWT akan Memberikan kebaikan setelah berhasil melewati cobaan dan ujian yang diberikan-Nya. Janji ini tercantum dalam QS. Hud ayat 49. Ke empat. Allah SWT juga akan memberikan keberuntungan kepada mereka yang berlaku sabar, QS. Ali Imran ayat 200. “Hai orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetap bersiap siaga (diperbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.”
Kelima. Di akhirat kelak Allah SWT menjanjikan martabat yang tinggi sebagai balasan bagi orang-orang yang sabar sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al Furqan ayat 75. “Mereka itulah yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya.” Seseorang yang tidak dapat memperoleh manfaat dari kesabaran akan mati dalam kesedihan. (*)
Transkrip: Adib Muzammil
—
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi