MANCHESTER-KEMPALAN: Ralf Rangnick berhasil meraih kemenangan pada laga debutnya di Liga Premier Inggris bersama Manchester United.
Pelatih asal Jerman itu membawa anak asuhnya meraih kemenangan tipis 1-0 dari Crystal Palace di Old Trafford.
Satu-satunya gol pada laga ini dicetak oleh Fred lewat sepakannya, yang meneruskan umpan Greenwood, pada menit ke-77.
Tambahan tiga poin dari ini membuat Man United hanya terpaut tiga poin dari zona Liga Champions.
Banyak perubahan besar yang dilakukan Rangnick pada pola permainan tim di lapangan. Berikut adalah empat perubahan yang dilakukan Rangnick kepada Man United:
1) Full-Back yang Membantu Serangan
Pada laga melawan Crystal Palace, dua Full-Back MU, Alex Telles dan Diogo Dalot lebih maju ke depan dan menjadi gelandang sayap daripada pemain bertahan.
Majunya Telles dan Dalot ini membuat MU memiliki tambahan jumlah pemain di kedua sisi sayap sehingga pola serangan pun juga semakin bertambah.
Keduanya memang tak tampil impresif pada laga melawan Crystal Palace kemarin malam, namun sistem baru Rangnick ini tentunya akan membuat Man United lebih berbahaya di lini depan.
2) High-Pressing di Lini Depan
Ketika terungkap bahwa Rangnick ditunjuk sebagai manajer, muncul pertanyaan tentang bagaimana nasib pemenang Ballon d’Or lima kali Cristiano Ronaldo yang dinilai tak akan cocok dengan sistem permainan pelatih asal Jerman itu.
Namun, hanya dalam beberapa hari sang manajer tampaknya telah berhasil mengubah Ronaldo menjadi penyerang yang agresif dan mampu melakukan high-pressing.
Kapten Portugal itu tidak segan-segan melakukan pressing ke bek The Eagles dan memaksa mereka untuk mengambil keputusan cepat dan mencegah Palace membangun serangan dari lini belakang.
3) MU Bermain Possession-Based Football
Sudah lama sejak fans melihat Man United bermain dengan dominasi tinggi di Theater of Dreams, dan di bawah Rangnick, ada tanda-tanda bahwa pola permainan itu akan segera kembali.
Setan Merah berhasil mendominasi laga dengan 61% penguasaan bola secara keseluruhan. Para pemain menjaga bola terus berada di area lawan dan membuat Palace kesulitan masuk ke sepertiga akhir lapangan MU.
Strategi Rangnick juga tidak memberi waktu bagi para pemain Crystal Palace untuk membangun serangan sehingga jumlah peluang mereka pun semakin menipis
Meskipun transisi para pemain MU masih belum cukup cepat, namun adanya perubahan di pola permainan MU ini pastinya akan membuat para penggemar gembira.
4) Bruno Fernandes Tak Lagi Dominan
Bruno Fernandes selalu menjadi sosok yang dominan di era Ole Gunnar Solskjaer, gelandang asal Portugal itu adalah playmaker yang mengatur distribusi bola serta pola serangan MU.
Namun, di bawah pelatih baru Ralf Rangnick, Bruno tak lagi dominan. Pelatih asal Jerman itu lebih menekankan kerjasama tim dalam membangun serangan.
Ini tentunya merupakan perkembangan yang baik karena Man United sekarang tak perlu lagi tergantung pada satu individu saja.
5) Lini Depan yang Lebih Fleksibel
Hilangnya dominasi Bruno Fernandes membuat lini depan Man United menjadi makin fleksibel. Pola serang Man United sekarang lebih sulit ditebak karena bisa datang dari pemain manapun.
(The Mirror, Edwin Fatahuddin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi