COP26-KEMPALAN: Ketika negosiasi yang ada di COP26 berjalan tidak semestinya, pada Sabtu (13/11), sehari setelah berakhirnya COP26, draft baru dirilis ke publik. Dalam draft tersebut, tujuannya adalah untuk mengamankan perjanjian yang akan meningkatkan upaya dunia internasional untuk bersama-sama menghadapi permasalahan lingkungan.
Alok Sharma yang menjadi Presiden COP26 pada tahun ini di Glasgow, Skotlandia telah resmi merilis draft COP26 ke publik.
Selain itu, ia juga memerintahkan kepada semua delegasi dari 200 negara lebih untuk pulang dan beristirahat setelah melakukan negosiasi selama dua minggu lamanya.
Dalam draft tersebut, yang menjadi garis besar adalah adanya upaya untuk mengajak semua negara-negara di dunia untuk segera meninggalkan bahan bakar berbasis fosil dan segera menggantinya dengan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.
Kemudian juga dalam tambahannya, disebutkan bahwa negara-negara yang ada harus mampu memberikan bantuan kepada industri yang menggunakan bahan bakar fosil untuk dapat melakukan transisi dengan memberikan bantuan uang dan lainnya.
Lalu, tertulis juga pada poin 26 bahwa isinya mengatakan penyesalan terdalam karena negara-negara maju yang ada di dunia gagal untuk berkomitmen pada tahun ini untuk mengeluarkan uangnya sebesar 100 Miliar USD tiap tahunnya untuk menyelamatkan dunia.
Perdana Menteri Britania Raya yaitu Boris Johnson mengatakan bahwa ia percaya “Hasil yang ambisius” sedang berada di depan mata setelah negosiasi selama dua minggu lamanya hingga lewati batas waktu.
Untuk dapat membaca hasil draft secara lengkap, dapat dibaca di:
https://edition.cnn.com/2021/11/12/world/full-second-draft-cop26-agreement-climate-intl/index.html
(Aljazeera, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi