BEIJING-KEMPALAN: Pada Rabu (3/11), Tiongkok menyerang kembali perkataan dari Joe Biden yang mengatakan bahwa presiden Xi Jinping serta Presiden Putin dari Rusia tidak mencerminkan seorang pemimpin karena absen dalam konferensi COP26 yang menjadi konferensi penting karena banyaknya komitmen dunia untuk menyelamatkan bumi.
Sebelumnya, Presiden AS yaitu Joe Biden menyerang Presiden Xi Jinping karena tidak bergabung dengan pemimpin negara-negara lainnya dalam konferensi COP26 yang diadakan di Glasgow, Skotlandia sejak 31 Oktober hingga dua minggu mendatang.
Tiongkok menjadi salah satu negara penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia serta bertanggung jawab terhadap adanya perubahan iklim dunia. Dalam konferensi COP26, Presiden Xi Jinping tidak hadir dan bahkan belum pernah keluar dari negaranya semenjak pandemi COVID-19 bermula pada tahun 2019 akhir.
Menanggapi perkataan dari AS, juru bicara Menteri Luar Negeri Tiongkok memberikan jawaban untuk menanggapi kritik karena ketidakhadiran Presiden Xi Jinping di COP26.
“Action speak louder than words (Terj: Aksi dan tindakan lebih berguna disbanding perkataan)” ucap juru bicara Menteri Luar Negeri Tiongkok yaitu Wang Wenbin.
“Apa yang dibutuhkan dunia dalam menanggapi permasalahan perubahan iklim pada saat ini adalah tindakan nyata, bukan sebuah omong kosong. Tindakan TIongkok dalam menanggapi perubahan iklim merupakan tindakan yang nyata” ucapnya tambahnya.
Ia kemudian juga mengatakan bahwa penarikan diri dari Perjanjian Paris tahun 2015 ketika AS berada di bawah Presiden Donal Trump dikatakan menjadi tindakan yang membahayakan upaya serta solusi penanganan perubahan iklim.
(Aljazeera, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi