Rabu, 3 Juni 2026, pukul : 15:22 WIB
Surabaya
--°C

Narasi Heroik Santri Sarungan, Pejuang Bangsa yang Tertelan Zaman

KH Hasyim Asy’ari adalah pendiri Pesantren Tebu Ireng di Jombang, yang juga pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yang berarti kebangkitan ulama. Ulama kharismatik inilah menekankan jika penjajahan adalah suatu bentuk ketidakadilan dan kezaliman. Dan perjuangan membela tanah air adalah bagian dari jihad fissabilillah.

Ijtihad inilah yang kemudian dikenal dalam sejarah dengan Resolusi Jihad. Sebuah bentuk komitmen para santri jika kebangsaan dan keimanan bukan dua hal yag terpisah. Namun suatu kesatuan sehingga membela negara dan rakyat sebangsa setanah air dari kedzaliman hukumnya wajib bagi umat yang beriman Islam.  Meski harus berkorban tenaga, harta, bahkan nyawa.

“Terbenam” dalam Kajian Fiqih

Namun sayangnya, berbagai kisah heroik para ulama dan santri dalam perjuangan dan mempertahankan kemerdekaan nyaris tak terdengar dalam buku-buku sejarah. Kurikulum pendidikan di masa Orde Baru lebih menekankan peran tentara dalam perjuangan kemerdekaan.  Jika pun ada, itu sebatas di sekolah-sekolah berbasis pendidikan Islam. Selebihnya, kisah heroik para santri bagai terlupakan, dan kini malin tertelan zaman.

BACA JUGA  Kasus Abu Janda Jadi Ujian Polri: Akankah Pilih Kasih?

Prof Ahmad Mansur Suryanegara, sejarawan dan guru besar sejarah Universitas Padjajaran dalam bukunya “Api Sejarah” mengungkapkan,  pengaburan sejarah terhadap peran santri dan ulama Islam di Indonesia ini memang sengaja dilakukan Belanda. Pasalnya, Belanda mendapat perlawanan yang paling keras dari umat Islam di tanah air. Sehingga wajar Belanda tidak ingin kegigihan para santri dan ulama Islam itu diketahui rakyat.

Pendidikan sejarah di sekolah, kata Ahmad Mansur Suryanegara, memiliki andil besar mengaburkan sejarah Islam di Indonesia. Buku-buku pelajaran sejarah banyak mengacu pada buku-buku sejarah yang sumbernya adalah sudut pandang Belanda.

Dan peniadaan atau pengaburan sejarah peran Islam di Indonesia dalam perjuangan makin mudah terjadi, karena para ulama relatif membiarkan sejarah Islam Indonesia ditulis oleh penulis yang tidak punya rasa hormat pada ulama atau agama Islam sendiri.

BACA JUGA  IFA7 WORLD CHAMPIONSHIP HONDURAS 2026
forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.