Ulama pewaris Nabi?
Ulama adalah Pewaris Nabi tidak semata karena ilmunya, yang terpenting adalah kehati-hatiannya, justru inilah yang membedakannya dengan orang Jahil atau bodoh. Dien adalah wilayah Allah dan Rasul-Nya, seseorang tidak bebas membuat tafsiran yang disandarkan pada akalnya, sedalam apapun ilmunya.
Bagaimana mungkin seseorang bisa mengatakan bahwa Dien ini belum sempurna? Lalu apakah ‘kesempurnaan’ itu menjadi kewenangan tiap orang?
Kesesatan diatas kesesatan.!
Banyak bicara adalah satu diantara tiga sifat yang dibenci Allah Subhanahu wa Ta’ala, selain dari menyia-nyiakan harta dan banyak bertanya, demikian hadits Rasulullah dari Abu Hurairah yang diriwayatkan Imam Malik.
Rasulullah bersabda: “Siapapun yang banyak bicara, maka dia akan banyak keliru. Orang yang banyak keliru, maka dosanya akan berlimpah. Orang yang dosanya berlimpah, akan masuk neraka” (HR. Tahbrani).
Jika yang ingin dicapai adalah penguatan Aqidah Ummat, maka ada banyak hal yang bisa diungkapkan. Aqidah ini yang lebih akan menyelamatkan Ummat, yaitu menjauhkan Ummat dari menyekutukan Allah dengan apapun, juga membentengi Ummat dari serbuan pemurtadan yang makin massif dilakukan non muslim.
Tetapi memang ada orang-orang dari internal Muslimin sendiri yang ada penyakit di hatinya, mereka lebih suka membuat kebingungan, kebimbangan dikalangan Ummat Islam sendiri.
Mereka tak berani tegas menyatakan membenci Islam, tetapi mengarahkan Ummat untuk membenci Arab.
Mereka menolak apapun yang berbau Arab dengan alasan itu budaya asing, tetapi keseharian mereka bergelut dengan budaya Barat.
Setiap hari mereka terus bicara dan menulis, dan semakin jelas buat kita, betapa mereka penuh dengan kebencian dan tipu muslihat.
Mereka tidak mengutip ayat Al-Quran, kecuali untuk lalu diputarbalikkan arti dan tafsirnya.
Mereka lebih suka pada ayat-ayat yang tersamar, bukan ayat yang jelas dan tegas.
هُوَ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتٰبَ مِنْهُ اٰيٰتٌ مُّحْكَمٰتٌ هُنَّ اُمُّ الْكِتٰبِ وَاُخَرُ مُتَشٰبِهٰتٌ ۗ فَاَمَّا الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُوْنَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاۤءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاۤءَ تَأْوِيْلِهٖۚ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيْلَهٗٓ اِلَّا اللّٰهُ ۘوَالرّٰسِخُوْنَ فِى الْعِلْمِ يَقُوْلُوْنَ اٰمَنَّا بِهٖۙ كُلٌّ مِّنْ عِنْدِ رَبِّنَا ۚ وَمَا يَذَّكَّرُ اِلَّآ اُولُوا الْاَلْبَابِ
Dialah yang menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad). Di antaranya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah pokok-pokok Kitab (Al-Qur’an) dan yang lain mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong pada kesesatan, mereka mengikuti yang mutasyabihat untuk mencari-cari fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah. Dan orang-orang yang ilmunya mendalam berkata, “Kami beriman kepadanya (Al-Qur’an), semuanya dari sisi Tuhan kami.” Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang yang berakal.(Q.S.Ali Imran, ayat 7)
Kita semua berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas Negeri ini dari rencana jahat para pembuat kerusakan, yaitu merusak Akhlak dan Aqidah Ummat.
Jika mereka tidak segera sadar dan bertobat, semoga Allah mengadzab mereka di dunia dan akhirat.. aamiin. (*)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi