
Oleh: Ibu Nyai Dr. Hj. Mihmidati Ya’cub
KEMPALAN: “Tidaklah kalian masuk surga sampai kalian beriman. Dan tidaklah kalian beriman sampai saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan suatu perbuatan yang apabila kalian kerjakan niscaya kalian akan saling mencintai ? Tebarkan salam diantara kalian.” (HR. Muslim).
Pahala menebar salam ternyata adalah surga. Apa salam itu ? Ucapan “Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh” yang memiliki arti, “Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan berkah-Nya tercurah kepada kalian.” Aslinya Salam itu adalah salah satu dari Asmaul Husna, assalam, Maha pemberi keselamatan. Kemudian kita pakai sebagai doa di antara kita.
Salam, perintah saling mendoakan di antara kita adalah dari Allah dan Rosul-Nya. Dalam ayat ini Allah SWT mengajarkan pula cara menjawab salam. Dalam Surah An-Nisa’ : 86 yang artinya, “Dan apabila kamu dihormati dengan suatu (salam) penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik atau balaslah (penghormatan itu yang sepadan) dengannya. Sungguh Allah memperhitungkan segala sesuatu.” Tebarkanlah doa kebaikan dan kesejahteraan itu melalui salam yang kita ucapkan kepada orang yang kita kenal maupun yang tidak kita kenal.

“Sesungguhnya termasuk tanda-tanda hari kiamat apabila salam hanya ditujukan kepada orang yang dikenal (saja).” (HR. Ahmad & Thabrani). Dalam sebuah Hadist yang lain di sebutkan, “Apabila seorang muslim memberi salam kepada sesama muslim lalu dia menjawab salamnya maka Malaikat mendoakan dia, memohonkan rahmat kepada Allah sebanyak 70 kali.”
Mengucapkan salam apabila berjumpa merupakan salah satu hak muslim kepada muslim lainnya. Sebagaimana hadist yang di riwayatkan Abu Hurairah ra. Bahwa hak seorang muslim kepada muslim lainnya ada 6. Selain mengucapkan salam apabila berjumpa, memenuhi undangannya, saling menasehati, mendoakan saudaranya yang bersin, menjenguknya apabila sakit serta mengurus kematiannya apabila meninggal.
Selain itu ada pula etika atau arahan yang disampaikan oleh Rosulllah SAW bagi orang yang mengucap dan menjawab salam. “Hendaknya orang yang berkendaraan memberi salam kepada yang berjalan. Yang berjalan kepada yang duduk. Yang sedikit kepada yang banyak.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Rosulullah SAW mengajarkan kepada kita ummatnya untuk selalu memberikan salam kepada siapa saja dan kapan saja. Ajaran ini memberikan bukti bahwa mengucapkan salam adalah hal yang utama.
Sesuai dengan keutamaan serta keistimewaan mengucapkan salam, maka istimewa pula pahala yang di dapatkan. Seperti yang disebutkan di awal, pahala bagi orang yang menebarkan salam yaitu surga. Bagi orang yang mendengar ucapan salam walaupun itu tidak ditujukan kepadanya, orang tersebut tetap wajib menjawab salam tersebut.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi