
SURABAYA- KEMPALAN: Universitas Negeri Surabaya (Unesa) secara resmi melakukan transformasi strategis pada area ground floor Gedung Rektorat Kampus 2 Lidah Wetan menjadi pusat inkubator bisnis dan inovasi terpadu. Peresmian ini menandai momentum penting bagi Unesa dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan dan mempercepat hilirisasi riset ke dunia industri.
Gedung yang kini menjadi wajah baru Inovnesa 2025 tersebut dirancang sebagai innovation hub atau creative hub yang dikenal dengan sebutan X Hightech. Melalui fasilitas ini, Unesa memfasilitasi 79 produk inovatif hasil riset dosen, mahasiswa, hingga startup binaan untuk dipamerkan dan diuji kelayakannya sebelum mencapai tahap komersialisasi (scaling up).

Rektor Uneea Cak Hasan menegaskan bahwa peresmian pusat inkubator bisnis ini pada 20 Desember 2025 bertujuan untuk menciptakan sinergi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku industri kreatif. Area ini tidak hanya sekedar ruang fisik, melainkan wadah kolaboratif untuk mentoring, validasi pasar, hingga akses terhadap investor bagi para pengusaha muda kampus.
“Kehadiran pusat inkubator di lantai dasar ini adalah bukti komitmen Unesa untuk tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga mandiri sebagai pelaku bisnis yang memiliki daya saing global,” ujar Cak Hasan.
Dengan fasilitas baru ini, Unesa optimis dapat meningkatkan jumlah startup mahasiswa dan memperkuat posisi Surabaya sebagai kota dunia melalui kontribusi nyata dari inovasi-inovasi yang dihasilkan di dalam kampus.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi