SURABAYA –KEMPALAN: Kontingen Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Jawa Timur menyudahi kiprah dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate 2026 di Bandung dengan capaian minor. Membawa total 47 atlet, Jatim harus puas bertengger di peringkat ke-14 klasemen akhir setelah hanya mampu membawa pulang tiga medali: satu emas, satu perak, dan satu perunggu.
Satu-satunya medali emas Jatim dipersembahkan oleh Reihan Ezza Pratama (Inkai Jember) pada nomor kumite +70 kg kadet putra. Sementara itu, medali perak diraih Anastasya Rosaline Aurellia Wawoh (BKC Kabupaten Malang) di nomor kumite -66 kg junior putri. Medali perunggu pelengkap diraih Dewangga Haikal (Inkanas Kabupaten Kediri) pada nomor kumite -55 kg putra U-21.

Ketua Umum Forki Jatim yang baru terpilih, Johanes Koento, tetap mengapresiasi daya juang para karateka di tengah keterbatasan. Ia menyoroti mepetnya waktu persiapan tim yang menjadi faktor utama kurang maksimalnya raihan kali ini.
“Hasil ini diperoleh melalui perjuangan keras. Ini awal yang realistis bagi kepengurusan baru mengingat pemusatan latihan hanya berlangsung satu pekan pascaselekda,” ujar Johanes, Sabtu (16/5/2026).
Kegagalan Jatim menembus papan atas menjadi sinyal penting untuk pembenahan manajemen prestasi. Pada kejurnas yang berlangsung 9–12 Mei tersebut, dominasi justru dikuasai oleh pengurus pusat perguruan olahraga karate.

Berikut daftar posisi lima besar serta peringkat Jawa Timur pada Kejurnas Karate 2026:
| Peringkat | Kontingen | Emas | Perak | Perunggu |
|---|---|---|---|---|
| 1 | INKAI | 8 | 4 | 5 |
| 2 | INKANAS | 7 | 3 | 9 |
| 3 | DKI Jakarta | 6 | 11 | 15 |
| 4 | Sulawesi Selatan | 5 | 3 | 7 |
| 5 | KKI | 4 | 6 | 9 |
| 14 | Jawa Timur | 1 | 1 | 1 |
Hasil ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kepengurusan Johanes Koento untuk merancang strategi pembinaan jangka panjang yang lebih terstruktur demi mengembalikan kejayaan karate Jawa Timur di kancah nasional.
(Ambari Taufiq/M Fadichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi