Menu

Mode Gelap

kempalanmanca · 29 Okt 2021 00:20 WIB ·

Uni Eropa Desak Negara Kaya untuk Tingkatkan Dana Hibah Lawan Perubahan Iklim


					Ilustrasi Uni Eropa-World Economic Forum Perbesar

Ilustrasi Uni Eropa-World Economic Forum

UNI EROPA-KEMPALAN: Uni Eropa mendesak negara-negara maju yang ada di dunia untuk lebih berkomitmen untuk dapat memberikan dana yang lebih untuk membantu perlawanan terhadap perubahan iklim pada COP26.

Komisi Eropa mengatakan bahwa pihaknya akan mendesak negara-negara maju di dunia untuk membantu meningkatkan dana hibah untuk mencapai target 100 Miliar USD. Komisi Eropa mengatakan bahwa Uni Eropa dan 27 negara anggotanya telah memberikan kontribusi lebih dari 25 Miliar USD tiap tahunnya.

Sejauh ini, negara-negara kaya gagal untk memenuhi perjanjiannya pada tahun 2009 untuk memberikan dananya sekitar 100 Miliar USD tiap tahunnya untuk membantu negara miskin pada tahun 2020.

Janji tersebut dipastikan tidak akan terpenuhi hingga pada tahun 2030 sehingga pada COP26 mendatang, banyak aktivis yang meminta untuk segera mendesak janji tersebut.

Sebelumnya, negara-negara kaya semisal Jepang dan Arab Saudi memberikan skeptisnya mengenai untuk apa memberika dana hibah lebih untuk membantu negara miskin. Negara-negara tersebut juga mempertanyakan apakah negara-negara miskin akan mampu untuk bergeser menggunakan teknologi hijau.

Terlebih lagi dengan bocornya lebih dari 32.000 dokumen yang berasal dari pemerintah, perusahaan dan NGO bahwa pada saat ini, dunia tidak perlu untuk segera bergeser dari bahan bakar fosil.

Hal tersebut kemudian ditanggapi oleh Arab Saudi sebagai negara eksportir minyak terbesar di dunia. Oleh karena itu, Menteri Perminyakan Arab Saudi mengatakan bahwa kalimat “Tindakan darurat untuk segera meninggalkan bahan bakar fosil segera dihapus”.

Dalam beberapa hari kedepan, akan diadakan COP26 yang merupakan pertemuan tingkat tinggi PBB dalam permasalahan perubahan iklim. Akan dapat disaksikan pandangan tiap negara-negara di dunia dalam perubahan iklim.

(BBC, Muhamad Nurilham)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Pfizer Sebut Vaksin Booster Efektif Lawan Varian Omicron

9 Desember 2021 - 01:37 WIB

Pfizer-IDXChannel

Jenderal Tinggi India, Istri dan 11 Orang Lainnya Meninggal dalam Kecelakaan Helikopter

9 Desember 2021 - 01:06 WIB

Jenderal Bipin Rawat-CNN

Olaf Scholz Resmi menjadi Kanselir Jerman, Janji untuk “Mulai dari Awal”

9 Desember 2021 - 00:48 WIB

Olaf Scholz-DW

Australia Gabung AS untuk Boikot Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

9 Desember 2021 - 00:35 WIB

Scott Morrison-CNN

Biden Ancam Putin dengan Sanksi “Kuat” jika Serang Ukraina

9 Desember 2021 - 00:13 WIB

Biden-DW

India dan Rusia Teken Kerja Sama Perdagangan dan Senjata

8 Desember 2021 - 00:31 WIB

Narendra Modi-BBC
Trending di kempalanmanca