WARSAWA-KEMPALAN: Ratusan Pasukan telah diturunkan oleh Polandia di perbatasannya dengan Belarusia ketika sejumlah besar imigran dan pengungsi berusaha untuk masuk ke negara tersebut.
Mariusz Blaszczak selaku Menteri Pertahanan Polandia mengatakan pada Rabu (18/8), lebih dari 900 tentara negaranya terlibat dalam operasi tersebut. Mayoritas imigran dan pengungsi itu berasal dari Irak.
Sehari sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Polandia menyampaikan melalui akun Twitternya bahwa perbatasan dengan Belarusia ditutup dan para tentara sudah berada di sana selama seminggu.
Lithuania dan Polandia menuding Alexander Lukashenka yang sudah memimpin Belarusia dalam waktu yang lama merupakan orang di balik lonjakan imigran sebagai tindakan balasan atas tudingan mereka terhadap kediktatoran Lukashenka.
Sejauh ini sudah ada 4.100 imigran di Lithuania pada tahun ini. Para imigran ini didorong oleh polisi Belarusia untuk keluar dari negaranya.
Presiden Parlemen Uni Eropa David Sassoli, usai berbicara dengan Perdana Menteri Lithuania Ingrida Simonyte pada Rabu (18/8) menuding Lukashenka mengeksploitasi para imigran yang ia anggap sebagai kejahatan terorganisir.
Lukashenka juga dituduh melakukan serangan hybrid oleh Kanselir Jerman Angela Merkel yang mengatakan dirinya akan membawa permasalahan ini kepada Presiden Rusia Vladimir Putin ketika mereka bertemu pada Jumat (20/8). (Aljazeera, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi