Jumat, 24 April 2026, pukul : 20:21 WIB
Surabaya
--°C

Melepas Rossi, Seperti Melepas Totti

MISANO ADRIATICO-KEMPALAN: Valentino Rossi dan Francesco Totti dua sosok tokoh olahragawan hebat dari Italia. Walaupun berbeda cabor, Rossi di dunia motorsport dan Totti pesepakbola, tapi kharismanya sama-sama besar. Kebetulan, keduanya saling mengidolakan.

Makanya, menyaksikan ribuan orang berjubel memenuhi tribun di Misano World Circuit Marco Simoncelli, Misano Adriatico, Minggu (24/10), seperti melihat ribuan fans AS Roma memenuhi tribun Stadio Olimpico, Roma, 28 Mei 2017 silam.

Tak peduli Totti cuma 36 bermain sebagai pengganti saat Roma mengalahkan Genoa CFC dalam giornata pemungkas Serie A 2016 – 2017, applaus tetap diberikan fans Roma kepada Er Puppone (julukan Totti).

Bukan kepada Edin Dzeko, hero sebenarnya yang menyumbangkan satu gol dan dua assist untuk kemenangan klub berlogo serigala itu. ’’(Marc) Marquez memang yang memenangi balapan itu. Tapi, semua orang yang datang ke sana (Misano) hanya untuk Rossi, memberikan penghormatan terakhir kepadanya,’’ sebut Presiden Coni (Komite Olahraga Nasional Italia) Giovanni Malago.

’’Suasananya pun sulit dijelaskan. Hari itu hari yang indah dan cerah. Ini mengingatkanku ketika saya datang dalam pertandingan perpisahan Totti, hal-hal yang tentunya meninggalkan kenangan tak terhapuskan,’’ sambung Malago di sela-sela acara Premio Estra di Salone d’Onore del Coni, Senin petang waktu setempat (25/10).

Uniknya, baik Vale (sapaan karib Rossi) ataupun Totti sama-sama merasakan momen perpisahan dengan dunia olahraganya masing-masing ketika sudah usia kepala empat. Laga farewell Totti di Olimpico terjadi ketika usianya belum genap 41 tahun.

Valentino Rossi yang melambaikan tangannya kepada fans di Misano setelah dia menuntaskan balapan terakhirnya di sirkuit tersebut, Minggu (25/10). (Foto: Italiani)
Francesco Totti saat melambaikan tangan kepada fans AS Roma di Stadio Olimpico, Roma, 28 Mei 2017. (Foto: UEFA)

Sementara, Rossi melambaikan tangan terakhirnya kepada fans di Misano saat umurnya sudah di angka 42 tahun. Seperti lambaian tangan Totti ke arah tribun Olimpico yang saat itu dipenuhi 59 ribu pasang mata.

’’Kami bukan hanya membicarakan dua sosok yang fenomenal, tetapi juga karakter, dan di dunia olahraga membutuhkan orang-orang seperti mereka lagi,’’ sambung Malago. Rossi dan Totti saat masih aktif, sama-sama banyak mencatatkan hal sensasional.

Baik bagi timnas Italia ataupun bagi klubnya. Seperti Totti yang pernah ikut mengantarkan Gli Azzurri (julukan timnas Italia) memenangi Piala Dunia 2006. Bahkan dia juga dua kali tampil di final turnamen mayor. Sebelumnya, di Euro 2000, dia merasakan atmosfer final meski gagal jadi juara.

Vale pun mengharumkan nama Italia di dunia motorsport, khususnya dalam ajang MotoGP. Baik dengan suksesnya mengibarkan tricolore (sebutan bendera Italia) dalam tujuh kali kesempatan di ajang MotoGP. Tepatnya saat jadi juara dunia MotoGP 2000 – 2005, dan 2008 – 2009.

Tak hanya ribuan pasang mata yang langsung datang menyaksikan perpisahan Vale atau Totti langsung di Sirkuit Misano atau Stadio Olimpico. Begitu pula jutaan pasang mata dari penjuru dunia yang ikut serta mengiringi farewell mereka. Grazie Vale, Grazie Totti. Addio Vale, Addio Totti. (CRONACHEdi, Yunita Mega Pratiwi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.