SUMENEP-KEMPALAN-Para habaib, ulama, kiai, tokoh masyarakat, ustadz, santri serta masyarakat Sumenep mendatangi kantor Bupati Sumenep Jumat siang (22/10).
Mereka menuntut Bupati Sumenep, Achmad Fauzi agar bersikap bijak terhadap pemaksaan vaksinasi covid-19 kepada warga Kabupaten Sumenep.
KH Jurjiz Muzammil selaku koorlap dalam orasinya menyatakan, warga Sumenep resah adanya penyekatan di jalan-jalan yang memaksa warga untuk divaksin. Sementara para petugas tak melakukan medical record/penelusuran terhadap calon penerima vaksin. Sehingga, tak sedikit warga yang usai divaksin. Kesehatannya memburuk.
“Kami para habaib, ulama dan tokoh masyarakat tak menolak vaksin. Tapi tolong pemerintah buat regulasi yang mengatur apabila terjadi malpraktek yang menyebabkan penerima vaksin cacat atau meninggal dunia,” tutur Pengasuh Ponpes Al-is’af, Kalabaan, Guluk-Guluk, Sumenep ini dalam orasinya.
Karena itu, Kiai Jurjiz meminta kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep agar tak melakukan pemaksaan vaksinasi covid-19. Selaitun, petugas sebelum melakukan vaksin agar membuat surat pernyataan bertanggungjawab secara hukum perihal dampak buruk apabila terjadi pada penerima vaksin.
“Kami datang ke bupati, karena Bismillah Bupati Melayani Rakyat bukan yang lainnya. Ingat perekonomian rakyat sudah susah. Jangan kami rakyat dipersulit dengan gara-gara penyekatan di jalan raya untuk divaksin,” sambungnya.

Ribuan warga itu datang dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sumenep. Orasi lain menyampaikan bahwa vaksinasi covid itu tak dapat mencegah penyakit corona. Dia menyebut ada yang sudah divaksin namun saat dicek kesehatannya ternyata masih reaktif. “Terus apa gunanya divaksin,” ungkapnya.
“Saya hanya ingin Bupati Sumenep ambil sikap yang tegas terkait keluhan masyarakat bawah tentang adanya keresahan paksaan vaksin,” sambungnya.
Orasi yang berlangsung kurang lebih dua jam itu penuh dengan syair dan kritikan terhadap pemerintah. Selain itu mereka melantunkan doa secara bergantian dengan harapan Bupati Sumenep berpihak kepada masyarakat.
Para habaib, ulama dan warga itu tak ditemui Bupati Sumenep. Menurut juru bicara Bupati Sumenep saat menemui para demonstran, Bupati Sumenep tak bisa menemui demonstran karena bersamaan dengan kegiatan yang sudah terjadwal. “Senin dijadwal untuk audiensi,” terangnya.
Kiai Jurjiz bersedia menunggu kebijakan Bupati Sumenep sampai pada batas waktu yang ditentukan. Namun, jika masih belum ada kebijakan, Kiai Jurjiz mengancam akan menggelar aksi dengan jumlah massa lebih banyak lagi ke kantor Bupati Sumenep.
“Yang hadir sekarang hanya perwakilan di tingkat kecamatan. Jika tak ada keberpihakan kepada masyarakat, nanti kita libatkan warga di desa-desa yang ada di kabupaten Sumenep. Kami hanya berharap, agar pemerintah jangan terlalu menekan adanya vaksinasi, dan menjadikan surat vaksin sebagai persyaratan administrasi apapun, intinya masyarakat jangan dibebani dengan persoalan seperti itu,” pungkasnya. (ham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi