Senin, 8 Juni 2026, pukul : 13:55 WIB
Surabaya
--°C

Spirit Santri dan Pemulihan Ekonomi

Ana Toni Roby Candra Yudha

Majelis Sarjana Ekonomi Islam (MASEI) Jawa Timur

KEMPALAN: Tanggal 22 Oktober 2015, Pemerintah menetapkan sebagai Hari Santri Nasional (HSN). Tujuan penetapan tanggal ini adalah untuk memperingati resolusi jihad para santri serta para ulama di bawah pimpinan Hadratusyekh KH. Hasyim Asyari dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 22 Oktober 1945.

Santri adalah salah satu simbol dari kalangan orang terpelajar. Orang yang dengan sungguh-sungguh memperdalam ilmu agama Islam, yang bertujuan untuk memberikan pencerahan kepada semua kalangan untuk berperilaku mulia dan menebar manfaat. Santri juga merupakan salah satu pihak yang turut berjuang dengan gigih dalam merebut dan mengisi kemerdekaan dari era perjuangan hingga era kini.

BACA JUGA  Edwin Rajo Mangkuto: Dari Kokpit Penerbang Laut Menuju Pusat Transformasi Kekuatan Maritim Indonesia

Tidak sedikit leluhur bangsa yang merupakan seorang santri atau pendidik, sebut saja KH. Hasyim Asyari, KH. Ahmad Dahlan, Ki Hajar Dewantara, bahkan Jenderal terbesar yang pernah dimiliki bangsa Indonesia, yaitu Panglima Besar Jenderal Soedirman, adalah seorang pendidik, beliau tidak hanya mendidik namun juga memimpin melawan penjajah. Sehingga tak salah jika menyebut santri sebagai figur pendidik yang memiliki jiwa pemimpin, dan juga sekaligus pemimpin yang memiliki jiwa pendidik.

Santri terus dibutuhkan perannya, terlebih pada saat ini sebagai penyampai pesan atau pengedukasi masyarakat untuk bersikap optimis dan tetap produktif di tengah terpaan dampak pandemik. Bersama tenaga kesehatan, akademisi, birokrat pemerintah, praktisi bisnis, dan profesional, santri diharapkan mengambil peran untuk serentak menyukseskan program pemulihan ekonomi nasional.

BACA JUGA  Ketika “The President’s Men” Mengalahkan Peraih Adhi Makayasa

Upaya pemulihan ekonomi nasional terus berjalan. Semua sektor terdampak krisis yang diakibatkan pandemik COVID 19, tidak terkecuali dunia pesantren. Pesantren yang telah menjadi entitas besar dalam sistem pendidikan Indonesia yang jumlahnya mencapai 28 ribu dan jutaan santri, juga perlu mendapat perhatian ketika terdampak krisis yang diakibatkan pandemik COVID 19.

Next: Setidaknya sejak mulai tahun 2020 pemerintah terus…

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.