YOGYAKARTA-KEMPALAN: Keputusan wasit di Liga 1 kembali jadi sorotan beberapa hari terakhir. Setelah dalam duel Barito Putera kontra PSIS Semarang (20/10) dan Arema FC kontra Persija Jakarta (17/10), kali ini giliran Persebaya Surabaya yang merasa dirugikan.
Pada lanjutan pekan kedelapan Liga 1 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis malam (21/10), Persebaya tertahan 1-1 saat menghadapi Persela Lamongan. Persebaya sempat unggul lebih dulu melalui gol Ricky Kambuaya pada menit ke-12.
Keunggulan itu pupus setelah Laskar Joko Tingkir (julukan Persela) membalasnya lewat skema serangan balik cepat yang mampu dituntaskan menjadi gol oleh Ivan Carlos berselang 23 menit setelahnya.
Gol inilah yang memicu perdebatan. Sebab, sebelum menerima umpan terobosan, mantan striker Persija itu terlihat sudah masuk dalam perangkap offside. Dari video rekaman ulang terlihat saat menerima bola pemain asal Brazil itu sudah berada di belakang bek Persebaya.
Sialnya, ketika wasit Musthofa Umarella mengesahkan gol Persela yang berbau offside itu, pada saat Green Force (julukan Persebaya) berpotensi menciptakan gol, wasit malah menganulir gol tersebut.
Berawal dari eksekusi tendangan bebas Wilkinson yang mengarah ke gawang, kiper Persela Dwi Kuswanto sempat menangkap bola tersebut. Tetapi, tangkapannya kurang kuat dan bola terlepas. Dari tayangan ulang menunjukkan posisi bola sudah berada di dalam garis sebelum diambil lagi oleh Dwi Kuswanto.
’’Saya melihat siaran ulang, gol yang diciptakan Wilkinson itu seratus persen gol. Sementara gol Ivan Carlos itu offside. Jauh sekali,’’ kritik pelatih Persebaya Aji Santoso dalam konferensi pers setelah laga.
Aji pun mendesak supaya di Liga 1 segera diterapkan teknologi Video Assistant Referee (VAR) atau teknologi garis gawang untuk meminimalisir kesalahan dari wasit. Teknologi ini yang sudah diterapkan di liga domestik di negara lain. Baik di Eropa, atau beberapa negara di Asia Tenggara.
’’Menurut saya, Indonesia sudah waktunya menggunakan VAR. Seperti Thailand. Ini yang jadi pentingnya pemakaian VAR. Saya kalah pun bisa menerima asalkan kalahnya baik. Tapi, kali ini wasit sudah membuat kesalahan fatal,’’ lanjut pelatih asal Malang tersebut.
Bukan hanya dalam kasus Persebaya. Keputusan wasit saat menganulir hadiah penalti pada laga Barito Putera lawan PSIS pun bisa dihindari andaikan teknologi VAR sudah diterapkan di Liga 1. (Yunita Mega Pratiwi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi