Surabaya–KEMPALAN: Situasi pandemi bukan menjadi halangan untuk tetap berkarya. Tim pengabdian Universitas Surabaya bersama Dinas Perikanan dan Kelautan Pemerintah Kota Surabaya memberikan pelatihan akuaponik kepada warga RT 04 RW 07 Gunung Anyar Tambak Surabaya. Kegiatan ini merupakan salah satu program Pengabdian masyarakat pendanaan LPPM Universitas Surabaya (UBAYA) yang bertema Program Pendampingan Komunitas (PPK) Warga RT 04 RW 07 Gunung Anyar Tambak Surabaya untuk Mendukung Budidaya Tanaman dan Budidaya Ikan Secara Akuaponik.
Kegiatan yang sudah direncanakan sejak Bulan Juni 2021 ini terpaksa tertunda beberapa bulan akibat merebaknya pandemi Covid-19 varian Delta beberapa waktu yang lalu, baru bisa dilaksanakan bulan Oktober 2021. Bahkan beberapa warga di lokasi pengabdian juga terkena imbasnya, terjangkit wabah Covid tersebut dan diantaranya ada yang berpulang, ujar Wina Dian Savitri, ketua tim pengabdian Ubaya untuk Program Pendampingan Komunitas (PPK) Warga RT 04 RW 07 Gunung Anyar Tambak Surabaya.

Wina Dian Sawitri, yang juga dosen Teknobiologi Ubaya menambahkan bahwa ada dua pelatihan yang dilakukan, yaitu Pelatihan Budidaya Ikan Lele, dan Pelatihan Hidroponik. Sebagai narasumber Ibu Regina Claudia Lappia, S.Pi. dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Surabaya mengisi pelatihan tentang Budidaya Ikan Lele, sedangkan Agus Dinar Prayitno, praktisi hidroponik dari Fakultas Teknobiologi UBAYA, mengisi pelatihan tentang Hidroponik.
Selain memberikan pelatihan, Tim Pengabdian UBAYA melakukan pendampingan dan perbaikan pada dua kolam lele terpal bulat yang telah dimiliki oleh komunitas warga. Yang merupakan hibah dari Dinas Perikanan dan Kelautan di tahun sebelumnya.
Beberapa perbaikan telah dilakukan oleh Tim Pengabdian dengan memperhatikan kondisi di lapangan, yaitu pembuatan atap dan perbaikan sistem paralon pada desain hidroponik, sehingga tanaman hidroponik dapat tumbuh optimal. Selain itu, juga dilakukan pembersihan paralon bekas dan kolam ikan lele untuk penggunaan selanjutnya. Diperlukan beberapa minggu untuk melakukan semua perbaikan tersebut sehingga sistem akuaponik dapat siap untuk digunakan kembali. Setelah air kolam di-treatment dan filter air serta aliran air dari kolam ke paralon terpantau lancar, sebelum pelatihan dimulai, sebanyak masing-masing seribu bibit lele ditebarkan di kedua kolam tersebut.
Warga mengaku sangat antusias dan senang akan keikutsertaan di dalam pelatihan ini. Survey kepuasan kegiatan pelatihan yang dibagikan kepada peserta yang hadir. Berdasarkan survey tersebut, 100 % warga mengaku bahwa pelatihan tersebut sangat bermanfaat. Pelaksanaan pelatihan sangat baik dan mengapresiasi kinerja tim pengabdian Ubaya. Kami berharap kegiatan-kegiatan serupa yang menarik dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Budidaya akuaponik yang sedang dikembangkan dapat berkelanjutan dan wilayah tinggalnya bisa menjadi kampung mandiri pangan, ujar Imam Santoso, Ketua RT 04, RW 07 Gunung Anyar Tambak Surabaya.

Tim pengabdian UBAYA dalam kegiatan pelatihan dan pendampingan ini adalah Wina Dian Savitri, S.Si., M.Agr., Dr. Drs.ec. J.L. Eko Nugroho, M.Si., Prof. Dr. Jatie Kusmiati K. Pudjibudojo, S.U., Psikolog., Ririn Teguh Setyowati, A.Md., Rizal Ahmad Ramadhanny, S.P., Desta Almeyda, dan Agatha Sullivania Kurniadi.
Kegiatan pelatihan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat, peserta dan panitia menggunakan masker, serta pengaturan kursi yang berjarak minimal 1 meter. “Kami merasa sangat senang dengan antusiasme dan kekompakan warga dalam membangun kampungnya. Kami berharap bahwa semua kegiatan yang kami berikan berkelanjutan, dan warga akan menjadi lebih mandiri serta memiliki sumber penghasilan tambahan dari budidaya akuaponik ini, selain dari beberapa program kerja mendatang,” pungkas Wina Dian Savitri. (*)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi