Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 22:09 WIB
Surabaya
--°C

Anies Digoyang Attaturk

Attaturk juga mengubah Masjid Hagia Shopia menjadi museum. Hal yang “dikoreksi” baru-baru ini oleh Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan yang kembali menfungsikan Hagia Shopia sebagai masjid. Dia juga mengganti alfabet Arab dengan alfabet Latin, memperkenalkan kalender Gregorian dan mendesak orang untuk mengenakan pakaian ala Barat. Attaturk meninggal karena sirosis hati pada 1938.

Adalah Duta Besar Republik Indonesia di Ankara, Turki, Lalu Muhammad Iqbal yang menyampaikan rencana pemerintah untuk mengganti satu nama jalan di Jakarta menggunakan nama Mustafa Kemal Attaturk. Hal ini, kata dia, karena Turki telah mengabadikan nama Presiden RI Soekarno menjadi nama jalan di depan Kedutaan Besar RI, di Ankara, Turki.

Sebagai balasan, pemerintah kemudian memutuskan akan menamakan satu jalan di Jakarta dengan nama Mustafa Kemal Attaturk. Jalan ini disebutkan akan diresmikan oleh Presiden Turki Erdogan yang rencananya akan melawat ke Indonesia pada awal 2022.

Namun, dibalik kontroversinya, sosok Mustafa Kemal Attaturk menjadi inspirasi tokoh-tokoh pergerakan nasional Indonesia. Termasuk Soekarno. Bung Karno pernah mengulas keberadaan sosok Mustafa Kemal dan nasionalisme Turki secara khusus dalam bukunya yang legendaris Di Bawah Bendera Revolusi.

Sokarno Street di Mesir

Dalam buku itu, Bung Karno menampilkan sejumlah referensi yang menyanggah bahwa para pemimpin Turki Muda, termasuk Mustafa Kemal, sebagai anti-agama. Bung Karno menggambarkan bahwa Turki modern berbeda dengan Ottoman. Turki modern merupakan negara yang memisahkan agama dan negara, sehingga negara tidak lagi ikut campur terkait persoalan agama. Agama menjadi urusan manusia, bukan urusan pemerintah.

“Orang mengatakan Turki adalah anti-Islam. Padahal, menurut Frances Woodsmall, Turki sekarang anti-kolot, anti-soal-soal lahir dalam beribadat, tetapi tidak anti-agama,” demikian tulis Bung Karno dalam buku tersebut.

Namun, saat ini, bola sudah digelindingkan ke tengah lapangan. Kita lihat saja bagaimana permainan politik Gubernur DKI Anies Baswedan yang namanya selalu pada posisi teratas pada berbagai survei ini. Apakah masalah jalan bernama Attaturk ini akan menjadikan hubungan Anies dengan kelompok islamis menjadi tegang dan canggung?

Namun yang jelas, linimasa medsos sudah ramai mengomentari wacana yang dianggap nyeleneh ini. Bahkan ada netizen yang berkomentar, siapa tahu nanti akan ada jalan yang bernama Firaun? Wah….! (*)

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.