Kita sering mendengar pernyataan seperti ini: “Selawat dan salam marilah kita sampaikan atau curahkan atau limpahkan, kepada Nabi Muhammad…” Dengan demikian seakan-akan kitalah sebagai manusia yang menyampaikan selawat atau kesejahteraan kepada Nabi Muhammad saw. tersebut. Ada pula pernyataan seperti ini; “Selawat dan salam semoga tercurah atau dicurahkan kepada Nabi Muhammad, “ Tidak jelas siapa subjeknya yang mencurahkan selawat tersebut. Kedua pernyataan tersebut tentunya tidak tepat.
Karena selawat merupakan doa dan bahasa Arabnya diawali oleh Allahuma maka terjemahan yang benar seharusnya: “Semoga selawat dan salam oleh Allah disampaikan atau dicurahkan kepada Nabi Muhammad saw., kepada keluarganya, sahabatnya, dst…”
Semoga penjelasan singkat ini dapat meluruskan kesalahkaprahan kita dalam memahami pengertian maulid dan selawat.
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi