MOSKOW-KEMPALAN: Berdasarkan pernyataan dari Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, pada saat ini Rusia sedang menunda dan menangguhkan semua misi diplomatiknya ke NATO. Ia juga menambahkan bahwa semua pegawai Rusia yang bekerja NATO akan dipulangkan secepatnya pada bulan November mendatang.
Respons tersebut terjadi setelah sebelumnya NATO mengusir delapan diplomat Rusia untuk NATO dengan menuduh bahwa mereka adalah seorang intel. Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov bahwa tindakan tersebut sebagai respon dari Tindakan NATO yang secara sepihak tidak mengindahkan dialog yang memadai untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Menanggapi hal tersebut, pihak NATO mengatakan sebaliknya.
“Kami menyesali tindakan (Rusia) tersebut. Kebijakan NATO terhadap Rusia masihlah konsisten tiap harinya. Kami berupaya untuk memberikan usaha yang terbaik untuk dapat mengimbangi tindakan Rusia yang sangat agresif. Di saat yang bersamaan juga kami membuka dialog sebesar-besarnya termasuk melalui Dewan NATO-Rusia” ucap juru bicara perempuan NATO, Oana Lungescu.
Tidak hanya NATO yang memberikan tanggapan, Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas juga menyesali tindakan Rusia. Ia mengatakan bahwa tindakan tersebut tidak dapat dimaafkan karena kebijakan dari Rusia akan sangat merusak relasi yang ada.
“Kami harus secara paham mengetahui bahwa kebijakan Rusia menunda misinya dengan NATO akan membuat hubungan NATO-Rusia menjadi semakin sulit. Rusia tidak lagi bisa diajak untuk bekerja sama. Hal tersebut tidak dapat dimaafkan dan akan sangat berdampak pada semakin rusaknya relasi yang ada” ucap Heiko Maas, melansir dari DW.
Dibalik hal itu, Sergei Lavrov mengatakan jika NATO memiliki perihal yang sangat penting dan mendesak, pihak NATO dapat menghubungi duta besarnya di Belgium.
(BBC/DW, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi