Kamis, 28 Mei 2026, pukul : 20:38 WIB
Surabaya
--°C

Idul Adha, Yona Bagus Salurkan 41 Hewan Kurban

Ketua Komisi A DPRD Surabaya dari Partai Gerindra Yona Bagus Widyatmoko (dua dari kanan). (Foto: Andra Jatmiko/kempalan.com)

SURABAYA-KEMPALAN: Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah menjadi momentum berbagi yang terasa lebih bermakna di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Kenaikan harga kebutuhan pokok serta lesunya daya beli membuat bantuan pangan dan daging kurban sangat dinantikan warga.

Situasi tersebut menjadi perhatian Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko. Politisi Partai Gerindra itu menyalurkan 21 ekor sapi dan 20 ekor kambing kurban untuk masyarakat di sekitar kawasan bengkel kerjanya di Jalan Mastrip, Kecamatan Karangpilang, Surabaya Barat.

“Syukur alhamdulillah, pada tahun ini kami mendapat kemudahan rezeki sehingga dapat melaksanakan penyembelihan dan penyaluran 21 ekor sapi serta 20 ekor kambing. Seluruh hewan kurban tersebut kami persembahkan dengan niat ikhlas untuk berbagi kebahagiaan bersama masyarakat di momen yang penuh berkah ini,” ungkap Cak Yebe, panggilan akrab Yona Bagus, saat ditemui di kawasan Mastrip, Rabu (27/5).

Penyaluran daging kurban dilakukan dengan sistem yang tertata agar bantuan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan, terutama masyarakat di daerah pemilihan (Dapil) 5 Surabaya. Data penerima sebelumnya telah dikumpulkan dan diverifikasi melalui hasil reses yang dikoordinasikan oleh masing-masing koordinator kecamatan (korcam).

BACA JUGA  Mengapa NPD Tak Suka di Rumah ?

“Kami berupaya agar distribusi daging kurban dapat menjangkau seluruh konstituen di Dapil 5 yang telah terdaftar melalui pendataan korcam saat reses berlangsung. Ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus komitmen kami untuk terus menjaga hubungan baik dan kedekatan dengan masyarakat,” jelasnya.

Sejak pagi, lokasi penyembelihan hewan kurban dipadati warga yang membawa kupon pembagian daging. Panitia tampak sibuk mengatur proses penyembelihan, penimbangan, hingga distribusi agar berjalan tertib dan merata.

Bagi sebagian warga, pembagian daging kurban tahun ini terasa lebih berarti dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih membuat bantuan pangan menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat kecil.

“Dalam kondisi ekonomi sekarang, bantuan seperti ini sangat membantu,” ujar salah seorang warga di lokasi kegiatan.

Semangat kebersamaan dan kepedulian ini tidak hanya terbatas pada lingkungan politik, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat sekitar serta para petugas pelayanan publik. Warga di sekitar lokasi penyembelihan, personel Satpol PP, tim pemadam kebakaran (Damkar), hingga insan pers turut menjadi penerima daging kurban.

“Bukan hanya masyarakat sekitar yang kami utamakan, tetapi juga rekan-rekan yang setiap hari mengabdi untuk menjaga ketertiban dan keamanan kota seperti Satpol PP, Damkar, serta para wartawan. Mereka memiliki peran besar bagi Surabaya, sehingga sudah selayaknya mendapatkan apresiasi dan perhatian dari kita semua,” ujar Yebe.

BACA JUGA  Sekdaprov Adhy: Perda Penanggulangan Bencana Jatim 2026 Perkuat Sinergi dan Kurangi Risiko Bencana

Yona mengatakan, Iduladha bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum memperkuat solidaritas sosial di tengah tekanan hidup yang sedang dihadapi masyarakat.

“Kebahagiaan sejati bagi umat Muslim adalah ketika bisa menjalankan ibadah kurban sekaligus berbagi dengan sesama,” katanya.

Ia menilai, kondisi ekonomi dalam beberapa bulan terakhir memberikan tekanan cukup berat bagi masyarakat. Selain harga kebutuhan pokok yang terus naik, sektor pangan juga menghadapi tantangan akibat perubahan cuaca yang tidak menentu.

“Petani sekarang menghadapi musim yang sulit diprediksi. Masa tanam terganggu, panen juga tidak selalu bagus. Dampaknya terasa sampai ke harga kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Menurutnya, situasi tersebut membuat banyak keluarga harus lebih ketat mengatur pengeluaran rumah tangga. Karena itu, penyaluran hewan kurban diharapkan dapat sedikit meringankan beban masyarakat sekitar.

Yona juga menegaskan pentingnya menjaga semangat gotong royong dan kepedulian sosial, terutama ketika masyarakat menghadapi tekanan ekonomi.

“Momentum Idul Adha harus menjadi penguat solidaritas antarwarga. Di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian, masyarakat perlu saling membantu dan menguatkan,” tuturnya. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.